Senin, 20 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Bawaslu Temukan Penghitungan Ulang, Tapi Belum Deteksi Money Politik

19 April 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKAN QUICK COUNT : Pegawai KPU Trenggalek ketika mengentri data hasil pemilu untuk diinformasikan kepada masyarakat.

BUKAN QUICK COUNT : Pegawai KPU Trenggalek ketika mengentri data hasil pemilu untuk diinformasikan kepada masyarakat. (ZAKI JAZAI/ RADARTULUNAGUNG.ID)

TRENGGALEK – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) mensinyalir money politik masih terjadi di Kota Keripik Tempe. Sayang, tim pengawasan tidak menemukan atau mendapat laporan pelanggaran pemilu ini. Bawaslu hanya menemukan ada beberapa tempat pemungutan suara yang melakukan penghitungan ulang karena kurangnya pemahaman petugas teknis di lapangan.

Sebelumnya, Bawaslu mengidentifikasikan ada tujuh kecamatan yang disinyalir atau berpotensi pelanggaran pemilu. Yang paling rawan ada di Kecamatan Munjungan dan Dongko.  “ Saya sendiri kemarin ke Munjungan koordinasi hingga malam hari tapi tak ada temuan atau laporan mengenai money politik,” ungkap Rokhani, ketua Bawaslu Trenggalek, kemarin (18/4). “ Mungkin saja ada (money politik,red) tapi tidak terdeteksi. Gak mungkin gak  ada (money politik,red),” imbuhnya.

Dia mengaku proses pengawasan pemilu, juga melibatkan instansi lain. Artinya tidak hanya mengandalkan informasi atau laporan dari jajaran Bawaslu. Namun dari beberapa laporan, setelah dilakukan kroscek tidak ada pelanggaran pemilu. Misal terkait money politik di Desa Sukosari, Hayam Wuruk dan beberapa titik lain yang disinyalir ada pelanggaran pemilu. sayang bawaslu juga tidak menemukan bukti. “ Ada info dari masyarakat, tapi yang kurang detil informasi,” terang dia.

Sementara ini, Rokhani mengatakan, Bawaslu menemukan beberapa peristiwa yang tak lancar dalam proses pemilu. Itu karena kurangnya pemahaman petugas di tempat pemungutan suara (TPS) saat penghitungan. Akibatnya, terpaksa harus dilakukan penghitungan ulang di beberapa TPS yakni di TPS 3 dan TPS 10, Desa Krandengan, Kecamatan Gandusari dan TPS 2 Desa Gondang, Kecamatan Tugu.  “Calon legislative dan partai tercoblos, tidak hanya caleg tapi panitia juga menambahkan suara partai,” katanya. Menurut dia, hal ini tidak begitu menjadi persoalan. Sebab, bisa dilakukan penghitungan ulang. Adapun pada kesalahan yang sudah terlanjur tertulis dalam form bisa diperbaiki.

Disinggung mengenai pemungutan suara ulang, Bawaslu meyakinkan tak ada pungutan suara ulang di Trenggalek. Rokhani menyebut salah satu alasan pemungutan suara ulang adalah orang tak berhak menggunakan suara namun mencoblos. Untuk itu, Bawaslu juga melakukan pengawasan ketat terhadap daftar pemilih tetap (DPT) di masing-masing TPS.

Terkait rekapitulasi di tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), hanya wilayah Kecamatan Bendungan yang dimulai. Menurut dia, hal itu tidak menjadi persoalan karena tahapan untuk rekapitulasi di tingkat kecamatan dimulai tanggal 18 April hingga 27 April.

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia