Selasa, 21 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Cara Aktivis JAPRI Sosialisasikan Pemilu untuk Kaum Milenial (1)

Sebagai Subjek Pengawasan

20 April 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TEROBOSAN BARU: Andi menunjukkan halaman utama JAPRI di smartphone miliknya.

TEROBOSAN BARU: Andi menunjukkan halaman utama JAPRI di smartphone miliknya. (PAMUNGKAS FOR RADARTULUNGAGUNG.ID)

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyosialisasikan dan menyukseskan pemilu. Seperti yang dilakukan aktivis Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (JAPRI). Mereka membuat sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk melaporkan dugaan kecurangan.

DHARAKA R. PERDANA 

Zaman sekarang semua hal bisa dilakukan dengan hanya bermodalkan smartphone. Bahkan dari gawai, bisa juga untuk menyukseskan pesta demokrasi sekaligus menekan kecurangan. Mengingat pemilu yang jujur dan adil tetap menjadi dambaan semua orang.

Bermula dari sini, aktivits JAPRI pun membuat sebuah aplikasi yang bisa diunduh di Playstore. Apalagi sasaran mereka memang kaum milenial yang akrab menggunakan gawai dalam aktivitas sehari-hari. Dari itu, para aktivis memiliki celah untuk mengajak kaum muda ikut memantau jalannya pesta demokrasi ini. “Ini memang sudah kami rencanakan agar kaum muda juga turut serta menyukseskan pemilu,” kata Andi Mahifal, koordinator JAPRI.

Menurut dia, partisipasi kaum milenial sangat dibutuhkan untuk ikut berperan aktif sebagai subjek pengawasan dan mengawal suksesnya pemilu. Namun kenyataannya, medsos masih menjadi alat untuk melampiaskan temuan pelanggaran. Terlebih, aplikasi ini juga bersinergi langsung dengan Bawaslu pusat, sehingga apa yang dilaporkan bisa langsung ditindaklanjuti. “Daripada melaporkan melalui media sosial lebih baik menggunakan aplikasi ini,” jelasnya.

Andi-sapaan akrabnya- mengakui, pihaknya sebenarnya ingin semua lapisan umur bisa memanfaatkan aplikasinya itu. Namun semua terkendala calon pemilih yang sudah berumur dan belum begitu melek teknologi. Alhasil pilihan pertama tetap menyasar kaum milenial yang sudah akrab dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. “Padahal, halaman utama aplikasi ini sudah kami buat sesederhana mungkin agar mudah dipergunakan,” ujarnya.

Koran ini sempat mencoba untuk membuka aplikasi ini. Begitu memasuki halaman pertama, harus login ini terlebih dulu dengan menggunakan akun Facebook. Setelah itu bisa memilih fitur pelanggaran dan mengisi form pelaporan yang tersedia. Masyarakat bisa juga menambahkan foto sebagai bukti adanya pelanggaran ini. “Kami sudah mengklasifikasi jenis jenis pelanggaran yang kemungkinan akan terjadi, masyarakat tinggal memilihnya saja," terangnya.

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia