Rabu, 22 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Umat Katolik Rayakan Jumat Agung

20 April 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KHIDMAT: Seorang asisten imam tengah menunjukkan salib sebagai  penghormatan wafat Yesus.

KHIDMAT: Seorang asisten imam tengah menunjukkan salib sebagai penghormatan wafat Yesus. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TRENGGALEK- Umat Katolik di wilayah Kota Keripik Tempe memperingati hari Wafat Isa Almasih Jumat (19/4). Berbagai kegiatan ibadah dilakukan seluruh umat untuk memperingati hari meninggalnya Tuhan Yesus yang dipercayai sebagai juru selamat. Seperti terlihat di Gereja Katolik Santa Maria, Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat radartulungagung.id , peribadatan tersebut dimulai sekitar pukul 07.00. Kala itu dilakukan ibadah jalan salib. Tujuannya, memperingati kesengsaran wafatnya Tuhan Yesus Kristus. "Sebenarnya selain beribadat pada hari ini (kemarin, red) yang kami sebut dengan Jumat Agung, peribadatan telah kami lakukan sejak hari minggu (14/4) lalu yang disebut Minggu Palma," ungkap Asisten Imam Gereja Katolik Santa Maria Trenggalek St. Triadi Admono.

Dia melanjutkan, sehingga mulai minggu lalu sampai Minggu (21/4) mendatang dinamakan pekan susi. Dari situ umat Katolik melaksanakan berbagai macam peribadatan mulai Minggu Palma hari mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem sebelum disalibkan, Kamis Putih di mana memperingati perjamuan malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus, Jumat agung memperingati penyaliban Yesus Kristus, dan wafatnya di Golota, upacara malam paskah pada Sabtu malam, dan Minggu paskah. "Jadi kami mempercayai setelah tiga hari Tuhan Yesus meninggal  dibangkitkan pada minggu paskah," katanya.

Sedangkan, dalam peribadatan Jumat Agung terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu Liturgi sabfa untuk menghidupkan imam atas wafatnya Yesus, penghormatan salib, untuk memusatkan salib sebagai sumber kegembiraan, dan komuni untuk memberi kesempatan memetik buah salib. Dari prosesi tersebut terdapat doa meriah yang di antaranya ada penciuman salib. "Jadi Jumat Agung ini merupakan prosesi kami dalam menyikapi pekan suci, dan peribadatan ini dipimpin oleh Romo RD Albertus Widya Rahmadi Putra," jelas pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kabag Protokol dan Rumah Tangga Sekretarian Daerah (Setda) Trenggalek ini.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia