Selasa, 21 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Melihat Perbedaan Pelaksanaan UNBK dan UNPK

22 April 2019, 20: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SEMOGA LANCAR : PKBM Imam Safi’i melaksanakan UNBK secara mandiri karena memiliki sarpras yang memadai

SEMOGA LANCAR : PKBM Imam Safi’i melaksanakan UNBK secara mandiri karena memiliki sarpras yang memadai (DISPENDIKPORA TULUNGAGUNG FOR RATU)

TULUNGAGUNG - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tak hanya dilaksanakan jenjang SMP/MTs, namun juga bakal dilaksanakan oleh kelompok belajar paket B. Namun untuk pelaksanaannya tidak bareng hari ini, melainkan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) itu akan digelar Mei mendatang. Sesuai jadwal ujian akan digelar selama tiga hari. Yakni, mulai 10 Mei hingga 12 Mei mendatang.

Berbeda dengan pelaksanaan UNBK pada sekolah reguler yang hanya dilaksanakan empat hari dengan mata ujian pokok, yakni bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA. Untuk paket B dilaksanakan selama tiga hari dengan enam mata ujian. Yakni pada Jumat (10/5) bahasa Indonesia dan pendidikan kewarganegaraan, Sabtu (11/5) mata pelajaran yang diujikan Matematika dan IPS, dan Minggu (12/5) mata pelajaran yang diujikan yakni bahasa Inggris dan IPA.

Menurut Plt Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung Suprayitno, pelaksanaan juga dipilih akhir pekan karena rerata para peminat paket B memiliki kesibukan bekerja di hari efektif. “Khawatirnya kalau pelaksanaan hari efektif, para peserta ini banyak yang izin tidak bisa melaksanakan ujian. Makanya dipilihlah jadwalnya Sabtu-Minggu.” tegasnya

Lanjut pria berkacamata ini, tiap tahun peserta kejar paket terus bertambah. Itu menunjukkan semakin banyak warga yang ingin meningkatkan kualitas SDM. Sehingga mampu bersaing dengan dunia usaha atau industri. Tak heran, banyak yang melanjutkan belajar, meskipun usia mereka sudah tak muda lagi. Tapi memang keberadaan PKBM kejar paket B atau C ini memberikan kesempatan bagi mereka yang dulu tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya. Atau tertunda dalam mengenyam pendidikan karena berbagai faktor, misalnya karena ekonomi, dan lain sebagainya.  “Jangan salah, mereka sangat bersemangat untuk ingin mendapatkan ijazah. Karena mereka ingin meningkatkan kualitas SDM, serta ijazah yang didapat tentunya bisa bersaing di dunia usaha atau industri,” terangnya. 

(rt/lai/rak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia