Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Panen Padi Musim Ini Terbilang Bagus, Simak Penyebabnya

23 April 2019, 19: 28: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SEMRINGAH: Petani sedang merontokkan padi di mesin perontok, Senin (22/4).

SEMRINGAH: Petani sedang merontokkan padi di mesin perontok, Senin (22/4). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Petani padi di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, dapat tersenyum kali ini. Pasalnya, panennya mencapai 90 persen. Sebab, masa tanam sampai dipanen tak ada hama maupun cuaca buruk. Hal itu diungkapkan seorang petani, Mustofa, warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Senin (22/4).

Menurut dia, alasan panen kali ini bagus karena mulai dari kebutuhan pupuk, antisipasi hama, dan biaya perawatan berjalan lancar. Pertama, pupuk di kelompok mencukupi kebutuhan petani sehingga minim terjadi pupuk langka, meski kadang masih terjadi. “Ketika tanam padi serentak, acap kali itu membuat pupuk langka,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, hal yang memengaruhi panen padi kali ini terbilang bagus, lantaran sedikit hama menyerang tanaman padi. Jadi, buah padi bisa dipanen dengan maksimal. Sedangkan, antisipasi hama ini dengan menggunakan insektisida dan pengecekan tanaman padi secara rutin. “Sebenarnya kalau tanaman padi sering dicek secara berkala, tentu lebih cepat mengetahui jika ada hama tanaman,” ujarnya.

Selain itu, pembiayaan biaya perawatan juga lancar. Merawat padi jenis inpari dengan luas 100 ru, setidaknya perlu Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta sampai masa panen. Biaya itu mencakup semua tahap mulai tanam, perawatan, hingga panen. Namun, kini memperkirakan hasil panen mencapai 1 ton, setidaknya Rp 9 juta bakal dipegang tangan. “Memang padi berjenis inpari lebih mahal dibanding jenis logawa. Namun, juga ada kelemahan. Buah padinya lebih sedikit dibanding jenis logawa,” jelasnya.

(rt/dre/pur/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia