Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Syarat Tentang Penjualan dan Penggunaan Plastik Untuk Kemasan Makanan

23 April 2019, 21: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TULUNGAGUNG –  Patut diwaspadai, memanfaatkan plastik sebagai pembungkus makanan dapat mengganggu kesehatan. Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki menjelaskan, berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 Tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan, di antaranya menyebutkan bahwa plastik untuk kemasan pangan harus memenuhi syarat uji imigrasi.

Tak hanya itu, dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa setiap plastik yang dijual harus diberi label dengan jelas. “Informasi seperti ketahanan panas dan lain-lain harus jelas,” katanya.

Berdasarkan catatan, kantong plastik jenis low density polyethylene (LDPE) menjadi jenis kantong plastik yang paling sering digunakan memasak.

LDPE ini memiliki titik melunak yang rendah, yaitu pada suhu 30 derajat Celcius hingga 98 derajat Celcius. Jika dipanaskan pada suhu lebih tinggi, dapat menyebabkan bahan-bahan tambahan (additive) seperti antioksidan dan pewarna, dapat berpindah pada produk makanan. “Biasanya masyarakat memanfaatkan plastik ini untuk merebus atau mengukus. Sedangkan suhu yang digunakan untuk mengukus makanan rata-rata 100 derajat Celsius. Padahal plastik jenis ini akan berbahaya jika dipanaskan pada suhu tinggi,” terangnya.

Dengan begitu, masyarakat diharap lebih berhati-hati dalam memanfaatkan plastik untuk proses memasak. Sebab, salah satu dampak kesehatan yang ditimbulkan yakni timbulnya sel-sel kanker dan menjadi penyebab kemandulan.

(rt/nda/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia