Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Penyebab Puluhan Masa Datangi Kantor Bawaslu Kabupaten Blitar

24 April 2019, 17: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MINTA TURUN TANGAN: Massa forum masyarakat peduli pemilu bersih saat demo Bawaslu Selasa (22/4).

MINTA TURUN TANGAN: Massa forum masyarakat peduli pemilu bersih saat demo Bawaslu Selasa (22/4). (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN - Kantor Bawaslu Kabupaten Blitar yang berada di Jalan Ahmad Yani Timur, Kota Blitar didatangi puluhan massa yang tergabung dalam forum masyarakat peduli pemilu bersih. Massa menuntut agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusut tuntas dugaan politik uang dalam Pemilu 2019.

Aksi didasari atas informasi adanya dugaan politik uang dalam Pemilu 2019. Namun, dugaan money politic tersebut tak kunjung mendapat respons dari instansi terkait. Seperti Bawaslu dan aparat penegak hukum. “Kasus dugaan money politic yang terjadi, terkesan dibiarkan seolah-olah hilang. Sebab, sampai sekarang tidak ada penanganan atas kasus tersebut,” ungkap Koordinator Aksi Sudarmanto.

 Menurut informasi, dugaan kasus money politic terjadi di sejumlah tempat, seperti Kecamatan Nglegok dan Srengat. Bahkan, dia sempat mendapat kabar bahwa sebelum pelaksaan pecoblosan 17 April, Bawaslu sempat mengamankan tim sukses dari dua calon legislatif (caleg) yang diduga melakukan money politic. “Setelah penangkapan dua tim sukses tersebut, sampai sekarang tidak ada kabarnya, terkait kelanjutan proses kasus dugaan money politic,” ujarnya.

Hal inilah yang membuat masyarakat curiga atas penanganan dugaan money politic. Untuk itu, menuntut agar Bawaslu Kabupaten Blitar segera mengusut kasus tersebut. “Jika tidak berani mengusut, kami curiga ada upaya untuk penyelesaian atau penutupan kasus,” ucapnya.

Terkait itu, dia minta agar ada penegakan hukum atas kasus tersebut. Sebab, politik uang jelas dilarang karena mencederai demokrasi dan menciptakan pemimpin yang tidak berkualitas sesuai dengan UU Nomor 7 tahun 2017. “Harus ditindak tegas, pelaku politik uang baik caleg maupun oknum penegak hukum (Bawaslu, Red) yang diduga berusaha melakukan penyelesaian kasus money politic,” pintanya.

(rt/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia