Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Begini Lika Liku Perjalanan Geluti Bisnis Kedai Kopi

24 April 2019, 19: 50: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TELATEN: Hengky ketika menghirup aroma biji kopi yang telah diroasting.

TELATEN: Hengky ketika menghirup aroma biji kopi yang telah diroasting. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR BLITAR)

BLITAR - Coffee shop (kedai kopi) terus menjamur di Bumi Bung Karno. Semuanya menawarkan beragam menu dan fasilitas. Namun ternyata, ada hal lain yang membuat usaha ini banyak digeluti. Yakni teman. Hobi ngopi bersama teman-teman merupakan awal Hengky Sandya mengenal minuman tersebut.

Pada 2017, Hengky memberanikan diri membuka tempat usaha sendiri. Dia buka kedai kopi dan menerapkan ilmu yang sudah diperolehnya. Kini, dia sudah memiliki kedai kopi di kawasan Pasar Wage, Jalan Mastrip. “Mulai buka dan alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” ujar pemilik Kopikyta itu.

Pria berusia 23 tahun itu juga bercerita pernah merintis usaha bersama teman-temannya. Dengan begitu, ketika ada permasalahan, bisa dipecahkan bersama. Tapi kini, Hengky harus mengatur keseluruhan. Ini pun menjadi tantangan baginya.

Mengapa memilih menekuni bisnis kedai kopi? Pria lajang itu mengaku karena sejak dahulu tak lepas dari kopi. Alasan lain, yakni bisa menambah teman. Itu pun yang dirasakannya sampai sekarang. Pelanggan yang datang bisa menjadi teman baru. Dengan begitu, bisa sharing beragam hal. Termasuk kopi.

(rt/whe/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia