Jumat, 24 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Dihentikan Polisi, Bocah SD Ini Nangis Saat Hendak Melihat Rekontruksi

Ternyata...

24 April 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MENANGIS: Seorang pengendara yang masih bocah saat diberhentikan polisi, Rabu (24/4).

MENANGIS: Seorang pengendara yang masih bocah saat diberhentikan polisi, Rabu (24/4). (M. SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KABUPATEN - Seorang pengendara sepeda motor masih anak-anak yang melintas di Jalan Raya Blitar-Kediri harus dihentikan anggota Satlantas Polres Blitar Kota, Rabu (24/4).

Pengendara yang masih bocah itu langsung kaget saat polisi menghentikannya. Tak lama kemudian, pengendara bocah yang diketahui masih kelas V SD itupun langsung menangis. Sedangkan temannya yang dibonceng tetap tenang.

Saat ditanya polisi, dengan polosnya bocah yang mengaku bernama Diaz ini hendak menonton proses rekontruksi kasus Mutilasi di TKP jembatan  Desa Karanggondang, Kecamatan Sananwetan. Bocah itu dihentikan karena masih di bawah umur dan tidak mengenakan helm. "Sudah diam-diam jangan menangis. Rumahmu mana dik. Siapa ayahmu sini saya telpon," tanya KBO Satlantas Polres Blitar Kota Iptu Nanik Suryana kepada bocah yang masih menangis tersedu-sedu itu.

Tak lama, bocah polos itu langsung mengeluarkan ponsel dan menyerahkannya ke polisi. Polisi berusaha mencari nomor telepon ayahnya tapi tidak ketemu. "Siapa nama ayahmu dik. Mana nomornya," tanya Nanik lagi.

Bukannya diam, bocah itupun tambah menangis. Polisi pun memutuskan untuk mengantar bocah kelas V SD itu balik ke rumahnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu.

MENANGIS: Seorang pengendara yang masih bocah saat diberhentikan polisi, Rabu (24/4). (M. SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia