Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Dinkes Tulungagung Gelar Lomba Jamu Gendong Diikuti 60 Peserta

25 April 2019, 00: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SELAMAT : Para pemenang  lomba jamu gendong digelar Dinkes Tulungagung, Rabu (24/4).

SELAMAT : Para pemenang lomba jamu gendong digelar Dinkes Tulungagung, Rabu (24/4). (FOTO-FOTO DINKES TULUNGAGUNG FOR RADARTULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG- Para peserta lomba jamu gendong berusaha menjadi terbaik dalam kegiatan digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Rabu (24/4) di Barata.

Mereka berjumlah 60 peserta merupakan perwakilan dari 19 kecamatan di Kota Marmer harus melawati tahapan ketat untuk bisa maraih juara. Mulai dari penilaian, pemilihan bahan, pencucian, penyarian, peramuan, penyimpanan, formula ramuan yang dipergunakan, kebersihan, hingga penyajian atau penampilan.

Hasilnya, juara I Titian Eva Sujono dari Kecamatan Tulungagung, juara II Nur Mardiyah dari Kecamatan Sumbergempol, juara III Warsini dari Kecamatan Boyolangu, juara harapan I Eka Wahyu dari Kecamatan Kedungwaru, juara harapan II  Sri utami dari Kecamatan Pakel, juara harapan II Sukarti dari Kecamatan Rejotangan.

Lomba tersebut sebagai rangkaian kegiatan pembinaan sediaan farmasi yang dilaksanakan Dinkes Tulungagung. “Intinya membina pengusaha atau penjual jamu gendong produksinya berkualitas,” ungkap Kepala Dinkes Tulungagung Moch. Mastur.

Diharapakan dengan lomba tersebut  juga sekaligus membina penjual jamu gendong agar mengolah jamu dengan 

benar, mencari bentuk penyajian jamu gendong yang sesuai dengan budaya. “Termasuk bagaimana kembali menghidupkan penggunaan tempurung kelapa sebagai tempat minum,” ungkapnya.

Apalagi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) gencar mempromosikan jamu tradisional. Bahkan setiap acara ada jamu tradisional diberikan secara  gratis. “ Dengan minum jamu badan jadi sehat,” tandasnya.

Dia mengaku, di Tulungagung ada sekitar 500 produsen jamu tradisional. Dinkes terus melakukan pendampingan, agar kualitas produk tetap terjaga.

Salah satu peserta, Sunarsih mengatakan, tidak ada persiapan khusus ikut lomba. Sebab sudah terbiasa membuat jamu tradisional.

Warga Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, ini meneruskan usaha jamu dari keluarga. Meski demikian, tetap cari referensi agar pengetahuan tentang jamu bertambah. “Kalau hari pasaran jamu bisa laku 100 botol,” tandas wanita 42 tahun tersebut.

Dia pun selalu memperhatikan bahan, pengolahan, hingga penyajian kepada pelanggan. Dengan demikian bisa menambah kepercayaan konsumen.

JURDIL : Dewan juri tes wawancara dengan peserta.

JURDIL : Dewan juri tes wawancara dengan peserta.

ADU TANGKAS : Para peserta lomba jamu gendong meracik jamu.

ADU TANGKAS : Para peserta lomba jamu gendong meracik jamu.

PEDULI : Kepala Dinkes Tulungagung Moch. Mastur (tengah) bersama  peserta lomba jamu gendong.

PEDULI : Kepala Dinkes Tulungagung Moch. Mastur (tengah) bersama peserta lomba jamu gendong.

(rt/did/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia