Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Janji Bisa Loloskan Seleksi CPNS, Begini Nasib Residivis Tipu-Tipu

25 April 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BLITAR KABUPATEN - Edi Hartono warga asal Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo tidak bisa berkutik lagi. 

Itu setelah tim Satreskrim Polres Blitar berhasil menangkap tangan pria 48 tahun karena telah menipu Sutrismiani warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro. Saat itu, anak korban dijanjikan bisa lolos seleksi CPNS 2018 dengan syarat membayar sejumlah uang. Tetapi sampai sekarang, anak korban juga tidak lolos CPNS. 

Polisi menangkap tangan pelaku setelah berhasil dipancing oleh korban untuk datang ke rumah. "Anggota saat itu langsung menangkap tangan pelaku kemarin Rabu (24/4) di rumah korban," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha, Kamis (25/4). 

Dari OTT itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta, dua buah Kwitansi Penyerahan, Satu unit sepeda motor Vario dan buku Rekening dan ATM BRI atas nama Sutrismiani. "Pelaku kami tahan. Pelaku sebelumnya juga pernah terlibat kasus yang sama," kata Anis. 

Modus tipu-tipu yang dilakukan pelaku yakni dengan mengaku-ngaku sebagai pegawai di Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang bisa memasukkan anak korban untuk bisa lolos seleksi CPNS 2018. 

Namun, untuk bisa masuk sebagaIi PNS itu syaratnya harus menyetorkan uang jutaan rupiah sebagai salah satu syarat administratif. "Itu hanya janji-janji pelaku. Setelah korban memberikan uang, hingga waktu dijanjikan anak korban juga tidak kunjung masuk PNS," ungkap polisi ramah ini. 

Korban, lanjut dia, mulai mengenal pelaku pada September 2018 lalu. Mereka berkenalan melalui media sosial (medsos). Saat itulah, komunikasi antara Sutrimiani dengan pelaku semakin intens. "Di situlah pelaku mengobral janji bisa memasukkan anaknya sebagai PNS di Pemkot Malang. Pelaku mengaku mendapat jatah dua orang untuk penerimaan CPNS 2018," ujarnya. 

Pelaku lantas meminta uang Rp 70 juta untuk persyaratan menjadi PNS. Pada Oktober 2018 dia lalu mentransfer Rp 35 juta dulu. Namun hingga pengumuman kelulusan CPNS, anak korban tidak masuk. 

Korban lalu menghubungi pelaku, tetapi pelaku tetap saja beralasan. Korban pun sadar bahwa telah ditipu. Nah, pada Selasa (23/4), korban berusaha memancing pelaku agar datang ke rumahnya. Yakni mengambil uang Rp 10 juta untuk kelancaran proses masuk CPNS lagi. 

Besoknya, Rabu (24/4) pelaku tiba di rumah korban. Namun, dari Rp 10 juta itu korban hanya bisa memberikan uang Rp 3 juta. Di saat transaksi itulah polisi langsung menangkap tangan pelaku. "Berdasarkan penyidikan, pelaku ini ternyata residivis kasus yang sama di Ponorogo dan Malang," terang. 

Di Malang, pelaku pernah menjalani masa hukuman penjara selama tiga tahun. Yakni pada 2014. Tidak hanya sekali tetapi dua kali melakukan perbuatan yang sama. "Sedangkn di Ponorogo pernah di vonis hukuman 18 bulan penjara pada 2007," imbuh Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi.

(rt/abd/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia