Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pelaksanaan Pemilu 2019 Memakan Korban

Empat Petugas Pemilu di Blitar Meninggal

26 April 2019, 16: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KEBUT PERHITUNGAN: Seorang pekerja sedang menata meja di aula depo KPU di Kelurahan/Kecamatan Garum yang bakal digunakan tempat rekapitulasi tingkat kabupaten.

KEBUT PERHITUNGAN: Seorang pekerja sedang menata meja di aula depo KPU di Kelurahan/Kecamatan Garum yang bakal digunakan tempat rekapitulasi tingkat kabupaten. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Pelaksanaan Pemilu 2019 dengan sistem penggabungan Pemilihan Presiden (Pilpres), DPD, dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) DPR RI, provinsi dan kabupaten/kota banyak memakan korban. Di Kabupaten Blitar, ada empat petugas pemilu yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara tersebut.

 Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar, empat petugas pemilu yang meninggal yakni Joko Priyo Seputro, 42, ketua PPS Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat meninggal pada 17 April.

Ada juga Muhtadi, 53, anggota linmas Desa Salam, Kecamatan Nglegok, meninggal pada 21 April. Toyib Nurrohman, 41, anggota linmas Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun, meninggal pada 23 April. Serta Wiji Saekoni, 55, anggota KPPS Desa/Kecamatan Ponggok, meninggal pada 25 April. Empat petugas pemilu tersebut meninggal dunia diduga karena lelah saat bertugas mulai dari pemungutan suara hingga proses rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan.

Komisioner KPU Kabupaten Blitar, Divisi Perencanaan dan Data, Masrukin mengatakan, petugas pemilu yang meninggal dunia terakhir yakni Wiji Saekoni, anggota KPPS dari Desa/Ponggok. Yakni pada pukul 05.00, Kamis (25/4). “Wiji Saekoni sempat menjalani perawatan di RS Syuhada Haji, Kota Blitar. Namun, kehendak berkata lain dan dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut,” ungkapnya.

(rt/abd/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia