Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Bejat, Kakek Cabuli Gadis di Bawah Umur, Diancam 15 Tahun Penjara

26 April 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TRENGGALEK - Bejat. Kata itu mungkin cocok disematkan kepada Juwari, 50. Pasalnya, warga Kecamatan Watulimo itu diduga menyetubuhi Gadis (nama samaran), 15, yang tak lain tetangga pelaku. Untung unit reskrim Polsek Watulimo dapat membekuknya. Kini, kakek beristri tersebut ditahan di Polres Trenggalek dan diancam hukuman 15 tahun penjara.

Berdasarkan informasi yang didapat radartulungagung.id , aksi bejat yang dilakukan pelaku diketahui pada Kamis (4/4) lalu. Kala itu, orang tua Gadis curiga perilaku anaknya tersebut yang kadang kala mual-mual hingga muntah-muntah. Gejala yang dialaminya mirip seorang wanita yang sedang hamil. Merasa penasaran, orang tua Gadis langsung memeriksakannya ke bidan setempat. “Setelah diperiksa, kedua orang tua korban kaget bukan kepalang. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan didapati dia (korban, Red) telah hamil,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, mengetahui hal itu, kedua orang tuanya langsung mengajak korban pulang. Setibanya di rumah, orang tua korban menanyai siapa yang berbuat seperti itu hingga membuatnya hamil. Bersamaan itu, korban mulai bercerita hingga diketahui yang berbuat tersebut adalah pelaku, yang memiliki umur lebih tua sekitar 40 tahun dari korban. ”Mengetahui hal tersebut, kedua orang tua korban langsung mendatangi pelaku untuk meminta pertanggungjawabannya. Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban langsung melapor ke Polsek Watulimo,” katanya.

Berdasarkan laporan itulah, polisi menyelidiki untuk mengumpulkan bukti-bukti. Setelah bukti dirasa cukup, seperti keterangan saksi, korban, hasil visum dan berbagai bukti lainnya, polisi langsung membekuk pelaku di rumahnya. Karena bukti yang dikumpulkan cukup, pelaku tidak bisa mengelak lagi akan perbuatannya tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi bejat yang dilakukan pelaku tersebut yang terakhir terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu, pelaku mengajak korban pergi bermain ke kawasan hutan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Di kawasan hutan itulah, pelaku melancarkan aksi dengan merayu korban hingga terjadilah perbuatan asusila tersebut yang membuat korban hamil. “Kami masih melakukan penyelidikan. Jika terbukti, dia (pelaku, Red) akan diancam hukuman berdasarkan UURI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” jelas Didit.

Sementara itu, pelaku Juwari mengaku menyetubuhi korban sebanyak tiga kali. Hal itu dilakukan lantaran korban sering mengejeknya dan memancingnya agar berbuat asusila. Karena ejekan dan pancingan tersebut dilakukan beberapa kali, membuat dirinya tidak tahan lagi hingga berbuat seperti itu. “Untuk kapan waktunya saya lupa. Saya mau bertanggung jawab atas perbuatan ini,” akunya.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia