Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Puncak Festival Kali Bersih 2019

Puncak Festival Kali Bersih 2019, Bupati Tanam Pohon dan Gelar Senam

29 April 2019, 19: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

UNTUK ALAM: Bupati Rijanto ikut menanam pohon dalam puncak kegiatan festival kali bersih 2019 di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun.

UNTUK ALAM: Bupati Rijanto ikut menanam pohon dalam puncak kegiatan festival kali bersih 2019 di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Lapangan Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun dipenuhi ibu-ibu peserta senam tera. Mereka mengikuti senam tera massal dalam rangka memeriahkan puncak Festival Kali Bersih 2019.

Kegiatan itu berlangsung meriah karena dibuka langsung oleh Bupati Blitar H. Rijanto beserta forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan TP PKK Kabupaten Blitar. Ada pula Sekretaris Daerah Totok Subihandono, staf ahli, asisten, kepala OPD Kabupaten Blitar, camat se-Kabupaten Blitar, Perum Jasa Tirta, PLJB, Kepala Desa Tawangrejo, ketua pokmaswas Fajar Bengawan. Selain itu, juga para sahabat penggiat lingkungan serrta pecinta alam dan warga setempat.

Pada kesempatan itu, juga digelar pameran makanan dan minuman berbahan alami tanpa menggunakan tempat atau wadah berbahan plastik. Selain itu, juga dilakukan penanaman pohon dan tabur benih ikan di sekitar bantaran Sungai Brantas, tepatnya di wisata Konservasi Badher Bank.

Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Bupati Rijanto untuk mengampanyekan Program Balistik (Gerakan Kabupaten Blitar Libas Sampah Plastik). Tujuannya, untuk gerakan bersama mengurangi sampah plastik di Kabupaten Blitar. “Kami akan membuat surat edaran sebagai upaya percepatan pengendalian dan pengurangan sampah plastik yang ditujukan kepada pemilik toko modern, pasar tradisional, restoran, kafe, maupun masyarakat Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Nah, agar program Balistik tersebut berjalan, pihaknya menginstruksikan agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Blitar untuk tidak menggunakan barang berbahan plastik. Misalnya, untuk penyediaan air minum di ruang kerja cukup memanfaatkan air mineral dalam galon. Meminumnya cukup menggunakan gelas nonplastik yang tidak sekali pakai. “Penggunaan barang berbahan plastik harus dikurangi. Sebab, plastik secara tidak langsung akan merusak lingkungan. Butuh waktu hingga ribuan tahun untuk bisa mengurai sampah plastik secara alami,” ucapnya.

TURUN LANGSUNG: Bupati Rijanto bersama kepala OPD menyusuri sungai di Kawasan Wisata Badher Bank, sebelum melakukan tabur benih ikan di Sungai Brantas.

TURUN LANGSUNG: Bupati Rijanto bersama kepala OPD menyusuri sungai di Kawasan Wisata Badher Bank, sebelum melakukan tabur benih ikan di Sungai Brantas. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

Dia menjelaskan, pihaknya akan menargetkan pengurangan penggunaan plastik hingga 30 persen di tahun 2025. Sedangkan, pengurangan penggunaan plastik dan target sebesar 70 persen di tahun 2025 untuk penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Tidak hanya mengampanyekan program Balistik, pada momen tersebut dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat sungai. Dengan cara bebaskan sungai dari sampah dan jangan jadikan sungai sebagai saluran limbah. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pokmaswas Fajar Bengawan, Desa Tawangrejo yang berhasil menggugah kesadaran masyarakat akan fungsi sungai dengan hadirnya kawasan konservasi Badher Bank yang mana selanjutnya berkembang menjadi kawasan ekowisata,” katanya.

(rt/abd/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia