Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Features
Dapat Apresiasi Mendikbud

Siswa SMKN 1 Rejotangan Pamerkan Robot Pembuat Batik

Terus Tingkatkan Kompetensi Siswa

30 April 2019, 08: 30: 36 WIB | editor : Retta wulansari

APRESIASI : Mendikbud Muhadjir Effendy melihat stan demo robot SMKN 1 Rejotangan.

APRESIASI : Mendikbud Muhadjir Effendy melihat stan demo robot SMKN 1 Rejotangan. (SMKN 1 REJOTANGAN FOR RATU)

Tim robotik SMKN 1 Rejotangan menorehkan prestasi membanggakan.  Sekolah ini ikut pemeran tingkat nasional digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan memamerkan robot pembuat batik dengan nama Ratu Robo-TIK.     

AGUS DWIYONO

Pameran produk kreatif hasil pembelajaran siswa SMK tahun 2019 pada akhir Maret lalu di plaza kompleks Kemendikbud, Jakarta Pusat, jadi pengalaman tersendiri  bagi siswa  SMKN 1 Rejotangan. Di pameran tersebut diikuti 37 SMK, 6 perguruan tinggi, dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Distance Learning Center (SEAMOLEC) se-Indonesia.

Sekolah di Jalan Raya Buntaran, Rejotangan, dan memiliki julukan SMKN Ratu, ini  memamerkan robot buatan siswa yang diberi nama Ratu Robo-TIK. Ratu Robo-TIK tersebut menggunakan teknologi Arduino UNO dan CNC Shield dengan driver 8825 controller.

Untuk diketahui, Ratu Robo-TIK adalah suatu robot yang bekerja menggambar batik di atas kain dengan lilin.

PENDIDIKAN BERKUALITAS: Dari kini, pembina robotik SMKN 1 Rejotangan, Kabid Pembinaan PSMK Dispendik Jatim, Kepala Dispendik Jatim, siswa SMKN 1 Rejotangan, dan panitia pemeran lomba kompetensi siswa.

PENDIDIKAN BERKUALITAS: Dari kini, pembina robotik SMKN 1 Rejotangan, Kabid Pembinaan PSMK Dispendik Jatim, Kepala Dispendik Jatim, siswa SMKN 1 Rejotangan, dan panitia pemeran lomba kompetensi siswa. (SMKN 1 REJOTANGAN FOR RATU)

Berkaitan dengan revolusi industri 4.0, robot jenis tersebut sangat dibutuhkan masyarakat luas. Batik di tahun 2019 ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Dampaknya pemintaan batik di pasar akan batik terus meningkat. “Adanya Ratu Robo-TIK ini akan meningkatkan jumlah hasil produksi batik dan meningkatkan kreativitas pola desain batik modern,” ungkap Kepala SMKN 1 Rejotangan Masrur Hanafi. 

Bahkan Ratu Robo-TIK ini menarik perhatian Mendikbud Muhadjir Effendi. Terbukti sempat berinteraksi dengan siswa dan pembimbing yang ikut pemeran.           

Tentu dengan pembuatan Ratu Robo-TIK ini sesuai visi SMKN 1 Rejotangan, salahnya satunya ikut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).   

Selain itu, pihak sekolah terus melakukan pembinaan kepada siswa di setiap jurusan untuk peningkatan kompetensi. Yakni di jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKR), teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM), teknik komputer dan jaringan (TKJ), otomatisasi dan tata kelola perkantoran (OTKP), akuntansi dan keuangan lembaga (AKL), keperawatan (KPR), dan teknik elektronika industri (TEI).

“Tak luput perhatian bakat siswa dibina melalui ekstrakurikuler semisal, pramuka, pencak silat, paskibra, drum band, dan lain-lain,” terang pria ramah tersebut.

Mengenai lulusan SMKN 1 Rejotangan, sudah ada diterima di berbagai industri pada tahun ini.

Dengan berbagai capaian prestasi membanggakan selama ini, tidak lepas dari kerja sama semua pihak, termasuk guru, tata usaha, wali murid, dan dinas terkait.

(rt/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia