Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Diwarnai Sejumlah Kabar Duka, Petugas Pemilu Tumbang Tembus 40

30 April 2019, 15: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KEBUT  REKAPITULASI: Sejumlah petugas PPK Kecamatan Sukorejo  mengusung kotak suara ke gudang logistik di KPU di Dimoro.

KEBUT REKAPITULASI: Sejumlah petugas PPK Kecamatan Sukorejo mengusung kotak suara ke gudang logistik di KPU di Dimoro. (Muchammad subchan Abdullah/radar blitar)

BLITAR KABUPATEN – Pelaksanaan Pemilu tahun 2019 diwarnai sejumlah kabar duka.   Banyak petugas pemilu yang jatuh sakit, bahkan ada yang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar jumlah petugas pemilu yang meninggal dunia sebanyak empat orang. Sedangkan petugas pemilu yang jatuh sakit dan harus dilariken ke rumah sakit, mencapai 40. “Total ada 44 petugas pemilu. Dari kasus tersebut, ada yang meninggal sebelum coblosan dan pada proses rekapitulasi tingkat kabupaten,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Ragil Agus Tri Darmanto.

Menurut dia kasus terakhir tumbangnya petugas pemilu yakni, salah seorang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) asal Kecamatan Nglegok, yang jatuh pingsan saat proses rekapitulasi tingkat kabupaten pada Minggu 28/4. “Dari 40 petugas pemilu yang sakit. Bahkan dua di antaranya ada yang mengalami keguguran,” jelasnya.

Dia menduga, banyaknya petugas pemilu yang jatuh sakit, bahkan yang meninggal dunia, karena adanya faktor kelelahan dan riwayat sakit. Terkait hal itu biaya pengobatan dan lainnya ditanggung oleh pemerintah melalui KPU.”Bahkan beberapa waktu lalu pihak ahli waris dari petugas pemilu yang meninggal dunia mendapat santunan dari pemerintah provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

(rt/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia