Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Tidak Ditilang Saat Razia Lalu Lintas, Tapi Diajak Berbagi Kisah

30 April 2019, 20: 07: 52 WIB | editor : Didin Cahya FS

UNIK : Pelanggar duduk manis mendengarkan kisah korban kecelakaan.

UNIK : Pelanggar duduk manis mendengarkan kisah korban kecelakaan. (MUHAMMAD SUBCHAN/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Ada yang berbeda dalam razia lalu lintas yang dilakukan polisi di simpang tiga Jalan Tanjung, Selasa (30/4). 

Para pengendara yang melanggar itu tidak ditilang melainkan diajak polisi untuk mendengarkan kesaksian korban kecelakaan. Suasana itu terlihat dalam operasi keselamatan Semeru 2019 yang dilakukan Satlantas Polres Blitar Kota. 

Mereka yang melanggar itu dikumpulkan jadi satu di suatu tempat nongkrong tak jauh dari lokasi razia, kemudian duduk manis mendengarkan kisah korban kecelakaan. 

Salah satu korban yang bercerita itu adalah Sujarno warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Ponggok. Dengan menggunakan alat bantu tongkat kruk, dia berjalan tertatih menuju kursi dihadapan para pelanggar. 

Pria 60 tahun itu merupakan korban kecelakaan ketika mengendarai sepeda motor. Kala itu, sekitar sembilan tahun lalu, Sujarno mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya di wilayah perbatasan Blitar-Kediri. "Saat itu ada anak tiba-tiba nyebrang. Saya pas mengendarai motor kaget. Lalu bantir setir berusaha menghindar dan terjatuh," ungkapnya dihadapan pelanggar yang serius mendengarkankan itu, Selasa (30/4). 

Akibat kecelakaan itu, Sujarno mengalami luka serius. Kaki kirinya patah. Hingga akhirnya harus diamputasi. Sejak itulah, dirinya harus berjalan dengan alat bantu berupa tongkat kruk. "Saya sudah sulit beraktivitas lagi," kata pria yang dulunya sopir angkutan ini. 

Tak berapa lama, salah satu pelanggar yang mendengarkan kisah Sujarno itupun langsung berdiri dan berkomentar. "Terima bapak polisi sudah menyadarkan kita. Saya tadi melanggar tidak menggunakan helm. Biasanya saya menggunakan helm. Maaf," kata pria yang mengaku bernama Subagyo itu.

Subagyo mengaku merasa tersadar dengan kisah Sujarno. Satu di antara korban-korban lain kecelakaan. "Semoga kegiatan ini bisa menyadarkan kita," imbuhnya. 

Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, razia lalu lintas ops keselamatan Semeru memang sengaja dilakukan dengan cara yang berbeda. Pelanggar tidak sekedar ditindak tetapi juga harus diberikan terapi. "Makanya saya datangkan korban kecelakaan langsung agar mereka tahu bagaimana dampak kecelakaan yang disebabkan pelanggaraan," katanya. 

Pelanggar bisa mendengarkan langsung cerita Sujarno, salah satu korban kecelakaan yang kaki kirinya patah itu. Pelanggar bisa tahu langsung cerita dari Sujarno. "Mereka tidak kami tindak tadi. Sifatnya ini simpatik. Tetapi penindakan tetap kami lakukan," tandas perwira berpangkat tiga balok di pundak ini. 

(rt/kan/abd/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia