Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Gunakan Perahu Karet Guna Pencarian Hingga Radius Satu Mil

02 Mei 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SUDAH SELESAI: Tim SAR dan Basarnas mengevakuasi jasad Doni Bagus Setiawan setelah ditemukan nelayan di Pantai Brumbun, Rabu (1/5).

SUDAH SELESAI: Tim SAR dan Basarnas mengevakuasi jasad Doni Bagus Setiawan setelah ditemukan nelayan di Pantai Brumbun, Rabu (1/5). (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Setelah Fredi pemancing ikan yang terseret ombak ketika memancing di tebing Pantai Coro, Desa Besole berhasil ditemukan tim SAR, pada Selasa (30/4) lalu. Rabu (1/5) giliran Doni Bagus Setiawan, 19, warga Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat kembali ditemukan.

Namun, korban kedua tersebut ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 07.30 di Pantai Brumbun masuk Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Artinya, sejauh sekitar 8 kilometer (km) dari lokasi kejadian yakni Pantai Coro. Saat ditemukan, korban meninggal dunia.

Seperti diberitakan, tim gabungan berhasil menemukan salah satu pemancing, Frendi, warga Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, yang hilang terseret ombak pada Minggu (28/4) lalu. Kondisi pemuda itu sudah tak bernyawa ketika ditemukan kali pertama oleh tim perahu dari Badan Search Rescue Nasional (Basarnas) Trenggalek, Selasa (30/4).

Koordinator Lapangan Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan, tim Basarnas mulai pencarian pada 07.00 Wib. Pencarian menggunakan perahu karet dengan radius satu mil dari tempat kejadian perkara (TKP). Tak pelak, sekitar pukul 10.00 Wib berjarak 100 meter dari TKP, tim perahu melihat ada benda mengambang. Lantas tim mendekati benda tersebut. Ternyata diduga pemancing yang terseret ombak. Namun, kondisi korban sudah dalam keadaan tak bernyawa ketika kali pertama ditemukan tim.

(rt/iyo/dre/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia