Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

IPAL Belum Mampu Akomodasi, Sungai Jadi Sasaran Limbah

03 Mei 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

IPAL Belum Mampu Akomodasi, Sungai Jadi Sasaran Limbah

TRENGGALEK – Persoalan pencemaran sungai masih menyelimuti Kota Keripik Tempe, khususnya di wilayah Kecamatan Watulimo. Sebab, belum ada sarana pengolah air limbah yang memadai untuk proses pemindangan masyarakat.

Akibatnya, sungai menjadi sasaran untuk pembuangan dari proses produksi tersebut. Berdasar informasi yang diterima Koran ini, tahun lalu pemerintah membangun instalasi pengolah air limbah (IPAL) di Desa Marogomulyo, Kecamatan Watulimo.

Sayangnya, sarana pengolah air limbah tersebut tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh pembuangan limbah dari aktivitas pemindangan di desa tersebut. Akibatnya, sungai yang melintas di desa ini menjadi sasaran pencemaran limbah pemindangan.

Kepala Desa Margomulyo, Kamali Ali mengatakan, bantuan IPAL dari pemerintah tersebut sudah mulai dimanfaatkan. Namun, pihaknya menyadari keberadaan IPAL ini belum bisa maksimal. Tidak hanya karena jumlah pemindang ikan yang cukup banyak, tapi juga aktivitas pemindangan puluhan tahun di desa ini tidak mungkin bisa langsung dihilangkan efeknya. “Masih ada bau. Air yang dibuang ke sungai itu juga masih keruh,” akunya.

Bukan perkara mudah untuk mengurangi masalah limbah pemindangan ikan. Dibutuhkan anggaran yang sangat besar jika semua pemindang difasilitasi IPAL oleh pemerintah. Di sisi lain, menjadi beban berat jika pemindang dipaksa membangun IPAL yang notabene butuh biaya besar.

“Kalau mengandalkan pemerintah untuk memberi IPAL bagi semua masyarakat itu tidak mungkin. Tapi kalau masyarakat suruh bangun sendiri, tentu juga berat,” jelas dia.

(rt/muh/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia