Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Usia 6 Tahun Sering Klotekan Panci, di Usia 12 jadi Drummer

03 Mei 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Usia 6 Tahun Sering Klotekan Panci, di Usia 12 jadi Drummer

Bakat menabuh kendang dan drum yang dimiliki Fajri Damarta Razaqi tak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun baru usia 12 tahun, potensinya di bidang musik cukup membanggakan.

Bila dilihat sekilas, Fajri Damarta Razaqi terlihat seperti anak usia 12 tahun pada umumnya. Namun saat dihadapkan dengan kendang, tangan-tangan mungilnya menghasilkan suara kendang sekelas pengendang profesional. Tak heran jika bakatnya memainkan kendang di usia anak-anak ini pernah menyabet predikat pengendang terbaik di Tulungagung tahun lalu.

Tak hanya kendang, Fajri -sapaan akrab Fajri Damarta Razaqi- ini juga bakat nge-drum. Itu dia buktikan ketika tampil sebagai guest star di Dies Natalies Ke-15 SMKN 1 Bandung pada Sabtu (27/4) lalu. Dia tampil dengan lihainya dan penuh percaya diri.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tulungagung, putra kedua dari pasangan Kiki Windianto dan Krisianawati ini mengaku, hobi bermain alat musik tabuh karena hobi. Hobinya ini dimulai dari klotekan perkakas panci milik ibunya sejak usianya enam tahun. Melihat ada bakat, lantas kedua orang tua Fajri memfasilitasi dengan dibelikannya kendang sungguhan. "Pancinya ibu ya sampai jebol karena sering ditabuh," ucap Fajri dengan polosnya

Bocah asal Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung, ini mengakui menabuh kendang itu tak bisa asal-asalan. Dia mengatakan, tabuhan kendang harus jelas agar bisa menjadi pengiring musik gamelan. Agar bakatnya lebih terasah, dia pun berguru ke salah satu pengrawit senior, Purwanto. "Awalnya sulit. Apalagi dulu ketika belajar kendangnya lebih besar daripada tubuhku. Jadi, harus ada power agar tabuhan kendangnya jelas," terangnya

Selain kendang, dia pun juga mempelajari saron, jaipong, rebana, dan lainnya. Fajri mengaku lebih suka alat musik tabuh daripada alat musik lainnya. Sebab, lebih seru dan ada tantangannya tersendiri.

Seperti memainkan kendang jaipong. Selain tertantang harus bisa menguasai tempo lagu, juga harus bisa menyelaraskan tabuhan kendang jaipong yang memiliki tiga kendang itu.

"Saat ini lagi suka ngedrum. Beruntungnya, di rumah ada fasilitasi studio mini untuk latihan drum, kendang, ataupun lainnya. Meski terkadang, tetangga sering kali protes karena terlalu berisik" katanya sambil tertawa

Dari bakatnya bermain alat musik tabuh, Fajri mengaku sejak kelas 2 SD sering manggung di berbagai acara. Misalnya manten, reuni, dan lainnya. Bahkan, juga sering main bareng dengan pengrawit dan tayub senior.

Meski masih berusia bocah, Fajri mengaku cukup percaya diri. Dirinya sering kali dapat ilmu baru ketika main bareng dengan pengrawit dan tayub yang notabene sudah berusia tua.

Terakhir, prestasi yang pernah dia raih, yakni tampil untuk mewakili Tulungagung di Pekan Cipta Seni Jatim 2019 pada 25 April lalu. "Suka saja. Pengen terus asah kemampuan bidang musik ini. Karena memang punya cita-cita jadi pemusik," tandas siswa kelas V di SD Negeri 1 Bandung ini. 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia