Rabu, 23 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Besi Tua Tetap Menjanjikan

06 Mei 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TETAP LAKU: Matrohwi dengan tumpukan besi tua yang menjadi tulang punggung bisnisnya.

TETAP LAKU: Matrohwi dengan tumpukan besi tua yang menjadi tulang punggung bisnisnya. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Bisnis atau jual beli besi tua ternyata tak bisa dianggap sebelah mata. Jika ditekuni, bukan tidak mungkin mendatangkan pundi-pundi rupiah yang nilainya hingga ratusan juta.

Matrohwi, pemilik usaha besi tua yang juga warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, tak mengetahui secara pasti nominal untuk omzet per bulannya. Namun, dia mengaku kalau besi-besi yang terjual per bulan bisa mencapai 25 ton. Sedangkan harga penjualan per kilogram (kg) sekitar Rp 11-15 ribu. “Mungkin sekitar Rp 250 juta lebih,” katanya.

Dia melanjutkan, sampai kini konsumen besi tua masih stabil. Artinya, belum ada indikasi ada penurunan konsumen. Sebab, besi-besi tua ini adalah bahan baku untuk membuat pabrik sehingga sekali beli bisa sampai beberapa ton. “Tergantung sketsa arsitekturnya. Dari situ nanti bisa ketemu butuh berapa balok besi,” ujarnya.

 Meski di tempatnya ada sekitar 100 jenis besi tua, ternyata stok itu terkadang belum memadai karena minat konsumen bervariasi. Menyikapi itu, Mat -sapaan akrabnya- sering telepon ke rekannya yang berada di Jakarta dan Surabaya. “Biasanya kalau apa yang dicari konsumen tidak ada di stok saya, saya pesan langsung ke Jakarta atau Surabaya,” ungkapnya.

 Sementara itu, meski ide bisnis itu beda dengan yang lainnya, ide itu muncul dari benak dirinya ketika tertarik dengan barang-barang bekas. Semenjak itu, pada 2013 lalu akhirnya dia memberanikan diri membuka usaha tersebut. “Meski hanya besi tua yang berkarat, jika diuangkan bisa sampai Rp 500 juta lebih,” tandasnya.

(rt/abd/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia