Minggu, 21 Jul 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Petani di Kauman Jadikan Burung Hantu sebagai Pengusir Tikus

06 Mei 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KONCO TANI: Salah satu kandang burung hantu di tengah persawahan Dusun Tales, Desa Karanganom, Kauman.

KONCO TANI: Salah satu kandang burung hantu di tengah persawahan Dusun Tales, Desa Karanganom, Kauman. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Di balik namanya yang seram dan membuat bulu kuduk merinding, ternyata banyak manfaat yang dipetik dari burung hantu. Tak terkecuali para petani di Desa Karanganom, Kecamatan Kauman yang sudah tidak resah pada serangan hama tikus.

Siapa yang tidak tahu burung hantu? Bagi sebagian orang, burung jenis ini sering dianggap membawa malapetaka. Meski sebenarnya, kebenaran dari mitos yang sudah telanjur beredar di masyarakat secara luas itu cukup sulit dibuktikan.

 Namun bagi Miji, salah satu warga Desa Karanganom, Kecamatan Kauman mengatakan, dirinya merupakan salah satu petani yang diuntungkan dari keberadaan burung ini. Yakni sebagai pemangsa tikus. Padahal diakuinya, dulu hewan pengerat ini (tikus, Red) cukup merajalela di area persawahan.

 Imbasnya, membuat petani merugi karena tanaman yang sudah waktunya panen justru keduluan hewan ini. “Dulu tikus cukup banyak di persawahan sini. Namun kondisi itu berangsur menghilang pascadiberi burung hantu,” katanya saat ditemui di areal persawahan setempat kemarin.

 Dia mengaku tidak mempermasalahkan hidup berdampingan dengan burung ini. Meskipun nama burung ini seram, semua tertutupi dengan manfaat di baliknya. Apalagi sepasang burung hantu saja sudah bisa memberantas serangan hama tikus. “Manfaatnya bisa langsung dirasakan petani sini. Semua bisa bercocok tanam dengan tenang sekarang,” imbuhnya.

 Pria paro baya ini mengakui, tidak ada seorang warga yang mengganggu keberadaan burung ini. Apalagi kandang yang terpasang di tengah areal persawahan itu dibuat sedemikian rupa dengan ketinggian lebih dari lima meter. Burung itu pun bisa hidup dengan tenang sembari menjadi predator tikus yang cukup ampuh. “Saya sendiri jarang melihat burung itu di kandangnya. Mungkin lebih banyak beroperasi mencari mangsa,” ujarnya.

 Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan Seni, petani lain. Menurut dia, jumlah kandang burung hantu yang ada di situ memang terus bertambah. Sebelumnya hanya ada beberapa, tapi ternyata pihak terkait justru terus melakukan penambahan. “Di dekat lahan saya, sejak dua tahun lalu diberi kandang burung hantu. Nyatanya pemberantasan hama dengan ini jauh lebih mujarab,” ungkapnya.

 Pria berkulit sawo matang ini menambahkan, burung hantu yang berada di sawahnya memang dibiarkan saja. Bahkan, para petani kompak melarang pemburu burung berkeliaran di sawah. Khawatirnya, malah menembak burung hantu yang notabene teman petani.

 Tak disangka, ternyata para burung bisa beranakpinak. Tentunya ini semakin memberi tenaga pengaman dari serbuan hewan pengerat yang bisa membuat para petani merugi hingga jutaan rupiah. “Saya sejak awal sudah mengetahui manfaat dari keberadaan burung hantu. Sehingga bisa menerima karena itu secara tidak langsung membantu saya meningkatkan hasil panen,” tandasnya. 

(rt/rak/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia