Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Tiap Tahun Ada Pensiun, SMAN/SMKN Kurang Guru Mapel

07 Mei 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH KURANG : Seorang guru mengajar di salah satu ruang kelas SMAN 1 Kedungwaru beberapa waktu lalu.

MASIH KURANG : Seorang guru mengajar di salah satu ruang kelas SMAN 1 Kedungwaru beberapa waktu lalu. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Persoalan kekurangan guru di Kota Marmer tak hanya terjadi pada tingkat sekolah dasar (SD). Namun juga dialami tingkat SMA/SMK negeri.  Hal itu diungkapkan Kepala sub bagian (Kasubag) tata usaha (TU) cabang dinas pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim wilayah Tulungagung, Sumali.

Dia  menuturkan kebutuhan guru terus bertambah mengingat setiap tahun selalu ada guru yang pensiun. “Kalau tidak ada guru tidak tetap (GTT) sudah pasti kekurangan, karena setiap tahun selalu ada yang pensiun,” terangnya kemarin (6/5).

Disinggung mengenai jumlah angka kekurangan pasti guru mata pelajaran (mapel) tingkat SMA/SMK, pria ramah ini menuturkan masih dalam proses perekapan.

Pasalnya, data ini akan menjadi rujukan dalam pengajuan kuota seleksi calon pegawai negri sipil (CPNS) dan juga seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang akan kembali dilakukan pada pertengahan tahun.  Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) tercatat 979 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sementara GTT sebanyak 519 guru. Jumlah ini terdiri atas guru SMA, SMK, dan PK.

Meski masih mengalami kekurangan, namun dia memastikan hal tersebut belum berpengaruh pada mutu pendidikan. Pasalnya, jumlah guru yang mengajukan pensiun relatif masih sama dengan kuota guru baru pada seleksi CPNS maupun P3K.

“Contoh tahun ini ada sebanyak 32 guru yang akan pensiun. Sementara kami mendapat 35 guru baru dari hasil seleksi CPNS kemarin, jadi masih seimbang,”urainya.

Untuk itu dia berharap pada guru selalu meningkatkan kompetensi keahlian. Ini penting terlebih pada era digital seperti sekarang.  Guru, jelas Sumali memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan. “Saya berharap para guru baru ini cepat adaptif nantinya. Sementar untuk guru-guru yang lain untuk lebih kreatif dalam membuat metode pembelajaran, karena itu penting untuk peningkatan mutu pendidikan,” katanya. 

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia