Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Catat, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas, Satu MD dan Satu Luka

07 Mei 2019, 08: 48: 45 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

RINGSEK: Truk nopol AG 8641 RF dikemudikan Kadi 59 warga Desa Panjerrejo, Kecamatan Rejotangan ringsek bagian belakang. Korban mengalami luka-luka

RINGSEK: Truk nopol AG 8641 RF dikemudikan Kadi 59 warga Desa Panjerrejo, Kecamatan Rejotangan ringsek bagian belakang. Korban mengalami luka-luka (POLSUSKA FOR RATU)

TULUNGAGUNG-Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung. Jika sebelumnya terjadi pada Kamis (2/5) malam, kali ini terjadi pada Minggu (5/5) malam, sekitar pukul 23.45 di jalan umum masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman.

 Kecelakaan tersebut menimpa Kliwon, 76, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Kliwon adalah korban tabrak lari mobil yang hingga belum diketahui identitas mobil dan pelaku.

Selain peristiwa Minggu malam, pada Senin (6/5) kemarin terjadi laka di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut.

Kecelakaan yang kedua melibatkan truk muatan pasir yang dikemudikan Kadi 59 warga Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan dengan KA Malioboro Ekspres. Untung  pengemudi truk bermuatan pasir dengan nopol AG 8641 RF hanya luka-luka.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tulungagung, kecelakaan yang menyebabkan Kliwon tewas tersebut, terjadi di jalan umum masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauaman.  

Diketahui korban mengendarai sepeda pancal saat kecelakaan. “Korban ditemukan warga sekitar sudah mengalami luka-luka, dan mobil yang diduga menabrak langsung melarikan diri,” ungkap Kanit Laka lantas Iptu Dion Fitriyanto.

Dia mengaku, kronologi tabrak lari tersebut bermula saat sepeda pancal yang dikendarai korban berjalan searah dari selatan menuju utara dengan mobil yang tidak dikenal.

Sampai di lokasi, karena mobil diduga kurang memperhatikan kendaraan di depannya, kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. “Dengan kejadian tersebut, korban awalnya tidak membawa identitas, setelah kami lakukan evakuasi dan di bawa ke RSUD dr iskak ternyata korban bernama Kliwon,” ujarnya.

Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi sekitar pukul 10.30, kemarin (6/5) di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut.

Kecelakaan tersebut melibatkan truk muatan pasir dengan KA Malioboro.. “Kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ungkap Kepala Peleton Polsuska Wilayah Kediri, Tulungagung, Blitar Ismail.

Dia mengaku, peristiwa itu bermula saat truk dengan bermuatan pasir yang dikemudikan Kadi melintas di perlintasan tanpa palang pintu desa setempat.

Karena kereta api sudah dekat akhirnya KA Malioboro Express yang melaju dari arah timur menuju ke barat langsung menabrak bodi belakang mobil. “Beruntung, pengemudi truk hanya mengalami luka ringan pada bagian kepalanya dan saat ini masih mendapatkan perawatan,” katanya.

Menurut dia, penjaga perlintasan kereta tanpa palang pintu di lokasi tersebut sebenarnya sudah memberikan isyarat kepada sopir truk agar menghentikan laju truknya karena sebentar lagi kereta akan lewat.

Namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh Kadi. “Sebenarnya sudah diperingatkan oleh penjaga perlintasan palang pintu, namun hanya cuek saja,” ucapnya.

Kendati sudah melintas rel, namum bagian belakang truk tersebut masih belum sepenuhnya bisa melintas, hingga kereta dengan kecepatan tinggi melintas di lokasi tersebut.

Kecelakaan pun tak bisa dihindarkan, Akibatnya bagian belakang truknya dihantam kereta yang melaju kencang, hingga roda belakang truk terlepas. “Mungkin kalau tidak membentur pagar pembatas truknya terguling,” katanya.

(rt/iyo/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia