Minggu, 16 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

5 Tersangka Sono Keling Berbagi Peran, Satu Oknum Polisi Jadi Beking

07 Mei 2019, 09: 25: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBAGI PERAN : Polisi menunjukkan keempat pelaku penebangan pohon kayu Sonokeling di Rumija ruas Durenan-Trenggalek

MEMBAGI PERAN : Polisi menunjukkan keempat pelaku penebangan pohon kayu Sonokeling di Rumija ruas Durenan-Trenggalek (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Satreskrim Polres Trenggalek terus melakukan pendalaman terkait kasus illegal logging berupa penebangan pohon kayu jenis Sono Keling di ruang milik jalan (Rumija) ruas Durenan-Trenggalek.

Hasilnya dipastikan ada lima tersangka yang dinilai bersalah karena terlibat kasus pencurian yang merugikan negara hingga puluhan juta rupiah tersebut.

Lima tersangka yang diamankan adalah Agus Marhendra, 46, warga Kelurahan Jepun, Kecamatan/ Kabupaten Tulungagung, Wahyu Agus Purwanto, 59, warga Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sutrisno, 52, warga Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Achmad Kirwono, 57, warga Desa/ Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, dan Bripka S salah satu oknum anggota Polres Trenggalek.

Bersamaan itu juga diamankan barang bukti berupa berbagai peralatan yang digunakan untuk menebang pohon, tunggak bekas penebangan pohon, satu unit truk, hingga beberapa bendel surat perintah palsu yang digunakan tersangka untuk memuluskan kejahatan tersebut.

“Setelah melakukan gelar perkara, kelima pelaku tersebut kami tetapkan sebagai tersangka, karena mengetahui dan ikut terlibat dalam aksi illegal logging tersebut,” ungkap Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana.

Dia melanjutkan, sedangkan terkait perannya, lima tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. Itu terlihat dari pengakuan tersangka kasus tersebut bermula di awal tahun ini.

Saat itu tersangka Sutrisno, disuruh tersangka lain Agus Marhendra yang merupakan donatur penebangan pohon kayu Sonokeling tersebut untuk mencari target sasaran pohon yang akan ditebang di sepanjang ruas jalan Durenan-Trenggalek. Target tersebut dengan kriteria pohon yang besar, agar laku mahal jika setelah dijual.

“Setelah menentukan lokasi sasarannya, Sutrisno biasanya foto target tersebut, atau menunjukannya secara langsung kepada Agus,” katanya.

Setelah itu, Sutrisno langsung membuat surat permohonan penebangan dari warga yang mengetahui kepala desa (Kades) setempat dengan alasan perumahan warga.

Terkadang surat tersebut dibuat atas nama warga, juga atas nama Sutrisno sendiri, yang selanjutnya setelah jadi dan dilengkapi lampiran foto diserahkan kepada Agus Marhendra.

Barulah dari tangan Agus Marhendra, surat tersebut diserahkan ke Achmad Kirwono untuk dibuatkan lagi surat izin pemotongan pohon lindung/ izin tebang.

Dari situlah tersangka lain Wahyu Agus Purwanto menerima surat tersebut dan memindahkannya ke komputer miliknya untuk dicetak rangkap dua. Barulah setelah surat itu jadi, keempat tersangka dengan dibekingi aparat yang juga seorang tersangka dan merupakan oknum polisi mencari kesepakatan untuk bertemu guna melakukan aksi tersebut. Biasanya, untuk meminimalisir kecurigaan aksi tersebut dilakukan pada hari Sabtu. “Ternyata setelah kami cek, surat perintah tersebut merupakan akal-akalan pelaku sebab semuanya dipalsu, mulai dari kepala surat, hingga tanda tangan pejabat yang berwenang. Sedangkan untuk stempelnya merupakan stempel asli satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur ruas Kertosono-Trenggalek yang dicuri tersangka Wahyu Agus Purwanto,” jelas Andana. Nantinya jika terbukti bersalah kelima pelaku akan diancam pasal berlapis, mulai dari Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Serta di juntokan pasal 40 UURI nomor 05 tahun 1990 tentang Konsevasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman lima tahun penjara. “Kasus ini akan terus kami proses sebab merupakan tidak pidana criminal murni, termasuk satu oknum anggota yang ditetapkan sebagai tersangka karena mengetahui aksi tersebut namun tidak melapor ke pimpinan malah menjadi beking,”imbuhnya.

Seperti yang diberitakan delapan terduga pelaku pembalakan liar kayu jenis Sono Keling disepanjang jalan nasional Tulungagung- Trenggalek diamankan Satreskrim Polres Trenggalek. Hal itu terkuak setelah Satreskrim Polres Trenggalek melakukan penyelidikan terkait hilangnya pohon disepanjang jalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kedelapan terduga pelaku tersebut tiba di Mapolres Trenggalek sekitar pukul 13.30 Jumat (12/4) lalu.

Mereka dibawa petugas dengan empat mobil, bersamaan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu unit mobil, serta satu unit truk yang berisikan potongan kayu Sono Keling.

Setelah melakukan penyelidikan dan hasil dari gelar perkara, penyidik menetapkan empat tersangka dari delapan terduga pelaku tersebut.

Sehingga, setelah mendalami kasus tersebut hingga dilakukan gelar perkara, akhirnya penyidik menetapkan tersangka tambahan yaitu berinisial S, yang merupakan oknum anggota Polres Trenggalek sendiri. Selain itu tersangka mengaku juga beraksi di wilayah Tulungagung. 

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia