Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Melihat Proses Pembuatan Aquarium Hemat Daya

07 Mei 2019, 20: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SANGAT BERBEDA : Priyo Pambudi sedang membuat aquarium pesanan pelanggannya yang dipastikan hemat daya.

SANGAT BERBEDA : Priyo Pambudi sedang membuat aquarium pesanan pelanggannya yang dipastikan hemat daya. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Hobi jika ditekuni akan membawa berkah dan bisa untuk menghidupi keluarga, hal ini seperti yang dilakukan Priyo Pambudi Utomo. Ditengah kesibukannya sebagai pekerja sosial, dia terus berinovasi agar hobinya dalam memelihara ikan hias, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dari situ akhirnya dia bisa menciptakan aquarium hemat daya, yang bisa dikatakan merupakan satu-satunya di Trenggalek.

Aquarium merupakan sebuah vivarium yang biasanya ditempatkan di sebuah tempat dengan sisi yang transparan dari kaca atau plastik berkekuatan tinggi, yang di dalamnya ada satwa dan tumbuhan air yang biasanya adalah ikan hias. Sehingga karena semua itu ditampung, dan digunakan untuk display publik, biasanya membutuhkan peralatan berkekuatan listrik, baik untuk menjaga tanaman/ tumbuhan agar tidak mati sekaligus untuk memperindah tampilan. Nah, biasanya setiap kali peralatan dalam aquarium itu dihidupkan selalu memakan daya listrik yang relatif banyak. Hal inilah yang terus memotivasi Priyo Pambudi Utomo, untuk terus menciptakan aquarium hemat daya.

Ditemui Jawa Pos Radar Trenggalek di rumahnya yang berada di wilayah Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, kemarin (6/5), terlihat Priyo -sapaan akrab- Priyo Pambudi Utomo sedang sibuk menyiramkan cat pada sebilah kaca bening. Penyiraman tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan sesuai pola yang nantinya diinginkan. Ternyata, kaca yang telah disiram cat tersebut nantinya digunakan untuk hiasan bagian atas pada aquarium sudut yang nantinya bakal dibuat.

Sembari menunggu cat tersebut kering, Priyo langsung pergi ke ruangan lain yang ada di depan dan memotong bilah kaca bening sesuai keinginannya. Tangannya terlihat begitu terampil dalam memotong bagian-bagian kaca tersebut. Setelah itu, potongan kaca tersebut nantinya direkatkan dari bagian satu dengan lainnya dengan lem anti air, hingga menjadi aquarium. “Aquarium buatan saya ini telah dipesan orang beberapa hari lalu, semoga saja dengan keadaan cuaca seperti ini, bisa jadi satu hari,” ungkap Priyo kepada koran ini.

Sebab, aktivitasnya dalam membuat aquarium tersebut sangat tergantung pada keadaan sinar matahari, yang tentunya untuk mengeringkan cat, atau lem pada kaca. Sehingga, jika cuaca mendung, aktivitasnya tersebut bisa sampai tiga hari, bahkan satu minggu. Mengingat jika cat, atau lem yang digunakan belum kering, aktivitas pembuatan aquarium tersebut tidak bisa dilakukan. “Harus nunggu kering dulu, jika cuaca seperti ini tidak ada satu hari cat sudah kering, untuk lem paling hanya lima menit saja,” ungkapnya.

Sedangkan terkait bentuk aquarium sendiri, semuanya berdasarkan keinginan para pelanggan. Sebab, banyak pelanggan yang menginginkan aquarium untuk di ruangan tengah, ruang tamu dan sebagainya. Namun, saat ini kebanyakan pelanggan memesan aquarium berbentuk segitiga, yang diletakan pada sudut ruangan. Sebab bentuk aquarium seperti itu dinilai paling praktis, dan tidak memakan tempat. Sehingga bagian dalam ruangan lainnya bisa ditempati benda lain, dan sudut ruangan tersebut akan terlihat indah dengan keberadaan aquarium. Apalagi, di Trenggalek sendiri tidak ada perajin aquarium, sebab aquarium yang dijual oleh para pedagang merupakan buatan pabrik, sehingga memiliki model yang paten.

Selain itu, dengan model aquarium yang paten dibuat oleh pabrik, biasanya setelah dipasang dengan berbagai pelengkap seperti filter air, lampu hias dan sebagainya membutuhkan daya listrik yang tinggi. Selain itu, jika sang pemasang tidak bisa terampil, pastinya kabel listrik untuk aquarium tersebut banyak yang berserakan. Sehingga sangat membahayakan bagi penghuni rumah karena bisa memicu terjadinya korsleting listrik, atau daya listrik pada rumah tidak kuat jika dinyalakan bersama-sama dengan peralatan elektronik lainnya khususnya pada malam hari. Tak ayal, hal tersebut membuat tagihan listrik pemilik aquarium bertambah banyak.

Untuk itu dengan membuat aquarium sendiri, dirinya melakukan berbagai inovasi agar tagihan listrik yang ada setiap bulan tidak mahal. Setelah melakukan berbagai inovasi akhirnya dirinya menemukan cara untuk menyiasatinya. Cara tersebut ditujukan dengan memakai dua sudut pada aquarium berbentuk segitiga sebagai tempat filter untuk menyaring kotoran dengan menutupinya dengan kaca, sebagai jalan lewatnya air. Serta di bagian sudut satunya dipakai tempat untuk menaruh kabel lampu aquarium. Sedangkan untuk penghasil oksigen, dirinya memilih menggunakan aperator karena memerlukan daya listrik yang rendah, dan mesinnya ditaruh pada tempat lainnya untuk mengambil udara.

Sedangkan terkait penyaluran udara maupun aliran listrik pada aquarium tersebut dilakukan dengan memendam kabel dan selang pada lantai tempat aquarium nantinya dipasang. Jika pemilik tidak menghendakinya, kabel bisa ditaruh pada karpet agar tidak terlihat jelas. “Makanya saya memilih mesin dengan bertegangan listrik rendah yang hanya 15 volt saja, sehingga tidak terlalu berisiko ketika kabel dalam karpet mengelupas dan tersentuh orang,” tutur pria 44 tahun ini.

Ternyata, kreativitasnya tersebut bisa diterima oleh masyarakat umum. Itu ditunjukan dengan banyaknya pesanan aquarium buatannya, khususnya yang berbentuk segitiga yang diletakan pada sudut rumah. Sedangkan, terkait pelanggannya sendiri bukan hanya dari Trenggalek melainkan dari daerah sekitar, seperti Madiun, Ponorogo, Kediri dan sebagainya. “Secara sekilas pastinya banyak yang menganggap aquarium buatan saya ini menggunakan batery atau jika dengan aliran listrik pasti membutuhkan daya yang tinggi. Namun semua itu salah sebab aquarium ini menggunakan aliran listrik dengan daya rendah makanya lebih ekonomis,” jelas bapak tiga putera ini. (tri)

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia