Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Dinkes Temukan Mamin Rusak dan Jadi Sarang Tikus

09 Mei 2019, 10: 44: 56 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

WASPADA: Seorang petugas dinkes menunjukkan kondisi penyimpanan produk pangan yang telah terkontaminasi tikus.

WASPADA: Seorang petugas dinkes menunjukkan kondisi penyimpanan produk pangan yang telah terkontaminasi tikus. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Masyarakat Kota Marmer perlu waspada sebelum mengonsumsi produk pangan atau makanan-minuman (mamin). Pasalnya, masih ditemukan sejumlah produk pangan yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan. Bahkan, beberapa di antaranya diduga tercemar bakteri salmonella. Yakni bakteri penyebab tifoid.

Untuk memastikan sarana ritel dan sarana pangan menjual produk pangan yang sesuai dengan syarat kesehatan, kemarin (8/5) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah toko distribusi pangan.

“Terlebih saat bulan suci Ramadan, demand (permintaan) dari masyarakat tinggi. Jadi, risiko peredaran pangan yang tidak sesuai syarat juga tinggi,” ungkap Kasi Kefarmasian dan Perbekelan Kesehatan Dinkes Tulungagung Masduki.

Dari hasil sidak, menurut Masduki, masih banyak ditemukan penyimpanan produk pangan tidak sesuai. Antara lain penempatan produk pangan menempel langsung dengan dinding maupun lantai. Produk pun lembap sehingga mudah berjamur.

Tak hanya itu, juga ditemukan produk pangan yang telah mendekati masa kedaluwarsa (expired). Bahkan, beberapa produk pangan ditemukan rusak dan menjadi sarang tikus maupun serangga lain.

Masduki menjelaskan, masih banyak sarana distribusi grosir yang belum menerapkan cara distribusi pangan dengan baik. Mulai dari tumpukan yang melebihi batas, tidak ada progam pengendali hama, tidak ada program pembersihan, hingga tidak menerapkan sistem first in first out (Fifo) dan last in first out (Lifo). Bahkan, ditemukan produk tanpa izin edar dan izin edar palsu.

“Kalau produk pangan tidak disimpan dan didistribusi dengan baik, tentu tidak hanya mengotori, tapi sudah merusak dan mencemari produk sehingga menganggu kesehatan,” urainya.

Untuk itu, dinkes memberikan surat peringatan pada pelaku pengusaha distribusi pangan. Tak hanya itu, dinkes juga meminta produk tersebut ditarik dari etalase. “Sementara ini kami beri surat peringatan. Jika tetap ditemukan pelanggaran, kami tingkatkan ke peringatan keras bahkan sampai ke penutupan,” terangnya.

Pria ramah ini pun mengimbau pelaku distribusi pangan untuk melakukan program pengendalian hama dan pemeriksaan secara berkala. Ini memastikan produk pangan yang dijual tetap dalam kondisi bersih dan tidak terkontaminasi serangga. Masyarakat diimbau waspada sebelum melakukan pembelian produk.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, setidaknya ada tujuh unsur yang harus tercantum dalam sebuah label pangan. Yakni kategori jenis pangan, nama brand, komposisi dari setiap produk pangan, nama dan alamat yang memproduksi, kode produksi, nomor izin edar, dan batas kadaluwarsa. “Paling utama memang memeriksa kemasan, rusak atau tidak, serta label pangan pun harus jelas,” imbaunya.

(rt/nda/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia