Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Ahmad Dofir, Perajin Kursi Bambu yang Tembus Mancanegara

09 Mei 2019, 15: 50: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TEKUN: Ari, karyawan Ahmad Dofir, sedang menyelesaikan kerajinan bambu berbentuk tempat duduk balita.

TEKUN: Ari, karyawan Ahmad Dofir, sedang menyelesaikan kerajinan bambu berbentuk tempat duduk balita. (AGUS DWIYONO/RATU)

Meskipun terbuat dari bambu, peralatan rumah tangga yang dibuat Ahmad Dofir, warga Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, membawa berkah tersendiri. Hingga kini, kerajinan tersebut terus ada peminatnya dari dalam maupun luar kota, bahkan mancanegara.

Tidak mudah mencari rumah perajin kursi yang terbuat dari bambu asal Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru. Sebab, rumah milik Ahmad Dofir tersebut berjarak sekitar 500 meter dari jalan raya setempat. Dari jalan raya, rumah perajin berusia 52 tahun tersebut masuk arah utara.

Setelah memasuki gang sekitar 500 meter, rumah tersebut berada tiga rumah dari gang setempat. Tampak puluhan potongan bambu yang berserakan di samping rumahnya. Puluhan bambu itu terdiri atas berbagai ukuran, mulai panjang hingga pendek.

Selain itu, juga ada yang belum dipotong. Bambu tersebut masih tampak alami, baru didapat dari berbagai daerah seperti Trenggalek, Kediri, dan Blitar. Kebanyakan bambu yang sudah dipilih tersebut mendapat perawatan terlebih dahulu agar bisa bertahan lama.

Tidak hanya membuat kursi, Ahmad Dofir membuat segala peralatan rumah tangga sesuai dengan pesanan dari berbagai pelanggannya. Namun, kebanyakan dirinya dibantu empat pekerja dalam membuat kursi dan meja ruang tamu. “Tergantung pemesan inginnya apa. Kalau biasanya tempat duduk ruang tamu. Selain itu, semua bentuk perabotan rumah tangga bisa,” ungkap Ahamad Dofir saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dia mengaku sudah sekitar 18 tahun menekuni kerajinan tersebut, dimulain sejak tahun 2000. Sebelumnya, dia mendapat ilmu tersebut setelah bekerja di Jakarta selama sekitar 10 tahun lamanya. “Dulu pernah bekerja di tempat seperti ini selama sekitar 10 tahun. Saat pulang mencoba membuat sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk mendapatkan bambu yang dibutuhkan sesuai yang diinginkan, tidak hanya diperoleh dari wilayah Tulungagung. Tapi juga dari berbagai daerah seperti halnya Blitar, Kediri, dan Trenggalek. “Kalau bambunya itu didapat dari berbagai daerah, tidak hanya dari Tulungagung saja,” ujarnya.

Pria ramah tersebut mengaku, dalam setiap pembuatan satu paket misal, tempat duduk ruang tamu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu. Itu sesuai dengan pesanan yang sudah diinginkan. “Kan mintanya pelanggan itu berbeda-beda. Ada yang dikasih pernis agar menarik, ada pula yang tidak, biar kelihatan alami,” ungkapnya.

Pria dengan postur tinggi tersebut mengaku, sampai kini pihaknya sudah mengirimkan hasil kerajinanya tersebut ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, dirinya juga pernah mengirimkan ke kancah Internasional. “Dulu sempat kirim ke Kanada dan Australia, tapi saat ini belum ada lagi,” jelasnya.

Sementara itu, seorang karyawannya, Ari mengaku tidak ada kesulitan dalam membuat. Sebab, dirinya sudah sekitar lima tahunan bergabung dalam membuat kerajinan yang berbahan dasar bambu tersebut. “Bambu yang kita pilih yakni bambu jenis petung karena memiliki kekuatan dan ketahanan yang lumayan lama,” ungkapnya sembari mengerjakan kerajianan tersebut.

Dia mengaku memang ada kesulitan tersendiri dalam membuat kerajinan itu. Seperti membuat setiap bambu tersebut cocok dengan lubang yang telah dibuat. Untuk mengaitkan satu bambu dengan bambu lain, yakni dengan cara dilubangi. “Selain itu, juga dikasih benda yang berfungsi seperti paku, lalu dikasih bambu menjalin,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kerajinan yang dibuatnya tersebut dapat bertahan hingga 20 tahun jika ditaruh dalam ruangan. Dan bertahan sekitar 15 tahun jika ditaruh di luar ruangan seperti halnya gazebo. “Kalau saat ini saya menyelesaikan tempat duduk bayi, yang baru sekitar 80 persen,” jelasnya.

(rt/iyo/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia