Selasa, 21 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Rentan Jadi Tempat Peredaran Narkoba, Pemkot dan BNN Awasi Kos-Kosan

14 Mei 2019, 11: 54: 53 WIB | editor : Didin Cahya FS

PERLU DIPANTAU : Razia kos-kosan dilakukan satpol pp beberapa waktu lalu.

PERLU DIPANTAU : Razia kos-kosan dilakukan satpol pp beberapa waktu lalu. (ABDULLAH SUBCHAN/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Peredaran narkoba tidak pandang bulu. Barang haram itu bisa kian menyasar sejumlah kalangan dan tempat. 

Tidak terkecuali tempat kos-kosan yang berpotensi menjadi sarang peredaran narkoba. Hal itu diungkapkan oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso. Dia mengatakan, rumah kos juga rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. "Apalagi di Kota Blitar ini sedang marak-maraknya usaha tempat kos-kosan," ungkapnya, Selasa (14/5). 

Santoso mengatakan, jumlah rumah kos yang semakin berkembang itu sangat rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Tidak menutup kemungkinan para pengedar narkoba ini masuk ke sejumlah rumah kos. "Jadi ini patut diwaspadai. Jangan sampai lengah sehingga mereka lolos masuk ke kos-kosan," kata pria ramah ini.

Saat ini, jelas dia, ada sekitar 300 rumah kos yang berdiri di Kota Blitar. Rumah kos itu tersebar di tiga kecamatan. Hampir setiap tahun, jumlahnya semakin bertambah. "Selain itu, pembangunan hotel juga semakin berkembang. Makanya jangan sampai mereka memanfaatkan kelengahan dan kurang kewaspadaan kita hingga mudah bertransaksi," ujar pria berkacamata ini. 

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah jauh hari sudah berupaya mendeteksi dan mencegah peredaran narkoba masuk di berbagai lini di Kota Blitar. Misalnya, melalui jalur pendidikan dan lingkup Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat ini, pemkot sedang berupaya menembus jalur para pengusaha atau wiraswasta. Terutama pengusaha tempat kos-kosan yang rentan jadi sasaran peredaran maupun penyelendupan narkoba. "Jangan sampai cara penyelundupan dan peredaran narkoba di kota besar berkembang di Blitar," ungkapnya. 

Terpisah, Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Agustianto mengatakan, kerawanan suatu wilayah dalam oeredaran narkoba tergantung pada jumlah masyarakat. Di mana setiap ada masyarakat pasti ada kegiatan mengarah ke tindak pidana. 

Sama halnya dengan semakin maraknya usaha tempat kos di wilayah Blitar, maka juga semakin rawan terjadi jual beli narkoba. " Itu sudah menjadi rumus. Entah mereka berperan sebagai kurir maupun pengguna dan memanfaatkan tempat kos untuk bersembunyi," bebernya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia