Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jadi Bandar Judi Dadu, Buruh Tani Blitar Dicokok, Segini Omzetnya

16 Mei 2019, 12: 56: 16 WIB | editor : Didin Cahya FS

KAPOK : Pelaku mempraktikkan judi dadu dihadapan polisi Polres Blitar.

KAPOK : Pelaku mempraktikkan judi dadu dihadapan polisi Polres Blitar. (M. SUBCHAN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KABUPATEN - Hari pertama operasi pekat (penyakit masyarakat) Semeru 2019 polisi menangkap dua penjudi di Blitar. Dua pelaku ditangkap polisi ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda, Kamis (16/5). 

Kedua pelaku adalah Sugito,56, warga Desa Popoh, Kecamatan Selopuro dan Suyitno, 57, warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Keduanya pun terpaksa berlebaran di sel tahanan. "Sugito ini kami tangkap di rumahnya. Dia bandar judi dadu," kata Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha, Kamis (16/5). 

Anis menjelaskan, pelaku yang sehari-hari sebagai buruh tani itu ditangkap anggota Satreskrim Polres Blitar. Sebelumnya polisi menerima informasi bahwa di wilayah Dusun Trenceng, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro ada aktivitas perjudian. "Bandarnya adalah Sugito. Anggota lalu menindaklanjutinya dengan penyelidikan," jelasnya. 

Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku langsung melakukan penangkapan. Petugas meluncur ke rumah pelaku. Saat didatangi di rumahnya, petugas mendapati tersangka sedang main judi dadu. 

Peran tersangka adalah bandar judi dadu. Dari tangannya, polisi menyita komplong dan alasnya, satu beberan, tiga buah dadi, lampu teplok dan uang tunai Rp 959 ribu. 

Dari pengakuan Tersangka, omzet yang diperoleh dari bisnis haramnya itu rata-rata Rp 500 ribu sekali main. Tersangka biasa membuka lapak judi setiap kali ada acara di masyarakat pada malam hari. "Sudah dua tahun ini. Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap pria yang mengaku juga buruh tani ini. 

Sementara itu, untuk tersangka Suyitno, itu ditangkap oleh anggota unit Reskrim Polsek Sukorejo. Tersangka berperan sebagai pengepul judi togel. Pelaku ditangkap saat sedang merekap togel di rumahnya.  

Dari pengakuan tersangka, omzet yang didapat dalam sekali main yakni antara sejuta rupiah sampai Rp 1,5 juta. "Pelaku langsung kami bawa ke Polsek Sukorejo untuk proses penyidikan lebih lanjut," tandas Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia