Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Tahun Ini Terapkan Sistem Zonasi

17 Mei 2019, 09: 54: 57 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MANA NAMA ANAKKU: Para wali murid ketika melihat papan pengumuman PPDB di SMPN 1 Trenggalek, kemarin

MANA NAMA ANAKKU: Para wali murid ketika melihat papan pengumuman PPDB di SMPN 1 Trenggalek, kemarin (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Para calon lulusan SD yang memiliki kepandaian dan bakat lebih menonjol dari temannya yang tinggal di daerah pinggiran, tampaknya harus memendam dalam-dalam meneruskan pendidikan di daerah perkotaan. Pasalnya, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP 2019 ini, mulai diterapkan sistem zonasi.

Ya, hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Nomor 1 Tahun 2019.

Intinya tentang pedoman pelaksanaan PPDB di Trenggalek. Dalam peraturan tersebut, di Trenggalek dibagi dalam lima zona yang semua ditentukan berdasarkan batas kecamatan.

Lima zona tersebut adalah Zona I meliputi Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dan Pogalan. Zona II Kecamatan Suruh, Dongko, dan Panggul. Zona III Kecamatan Durenan dan Watulimo. Zona IV Kecamatan Gandusari, Kampak, dan Munjungan. Zona V Kecamatan Karangan, Tugu, dan Pule.

“Dari pembagian itu kami melakukan pengecualian bagi siswa yang tinggal di daerah perbatasan bisa bersekolah di luar zona. Dengan catatan, sekolah yang dituju merupakan sekolah terdekat dari tempat tinggalnya,” ungkap Kasi Kurikulum SMP Disdikpora Trenggalek, Janjang Suherli.

 Dia melanjutkan, terkait proses seleksi penerimaannya tidak dilakukan berdasarkan nilai ujian sekolah berbasis nasional (USBN) seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat hingga kemarin (16/5) nilai USBN belum keluar. Sebagai gantinya, proses seleksi ditunjukkan dengan melampirkan akta kelahiran asli untuk mengetahui umur calon peserta didik baru dan kartu keluarga (KK) untuk mengetahui tempat tinggalnya.

“Prosesnya tidak bisa kami lakukan setelah menunggu nilai USBN keluar. Sebab, dalam permendikbud itu, PPDB harus dilaksanakan pada bulai Mei setiap tahunnya,” katanya.

Dari situ hampir dipastikan, siswa yang tempat tinggalnya di area sekolah yang dituju, diterima di sekolah tersebut meski mendapatkan nilai USBN yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan apabila nanti ditemukan siswa tersebut tidak lulus SD, secara otomatis keputusan penerimaan peserta didik baru tersebut dianulir hingga yang bersangkutan tidak bisa bersekolah lagi.

Sebenarnya, siswa dari luar zona tetap bisa bersekolah di SMP yang diinginkan mengingat ada kuota masing-masing 5 persen untuk jalur prestasi dan ikut orang tuanya kerja berdasarkan pagu tiap sekolah. Sebab, 90 persen sisanya harus untuk siswa yang berada dalam zonasi.

Sebagai syarat tambahan untuk dua jalur tersebut, yang bersangkutan harus melampirkan fotokopi piagam kejuaraan yang diikuti minimal tingkat kabupaten untuk jalur prestasi.

Sementara untuk pindahan kerja, ada surat keterangan dari pimpinan perusahaan atau instansi tempat orang tua bekerja untuk jalur lainnya. “Peraturan ini diberlakukan untuk pemerataan peserta didik. Sehingga nantinya tidak ada lagi sekolah favorit, unggulan, dan sebagainya,” jelas Janjang.

Ketua PPDB SMPN 1 Trenggalek Muji Hartanto menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya untuk tahun ini proses seleksi ditentukan berdasarkan alamat pada KK yang tertera. Kendati berada di dalam zona dan yang bersangkutan mendaftar, belum tentu bisa diterima.  Hal ini jika ada SMP yang lebih dekat dari tempat tinggal yang bersangkutan.

Sedangkan jika ada pendaftar yang berada dalam satu alamat tapi pagu sudah terpenuhi, maka peserta yang mendaftar lebih dulu yang nantinya diterima. Sedangkan terkait pagu sekolah sendiri sebanyak 228 siswa.

Sedangkan jumlah pendaftar mencapai 350 siswa. Dengan demikian, ada 62 siswa yang tidak diterima. “Hari ini (kemarin, 16/5, Red) merupakan batas akhir pendaftaran dan sudah ada pengumuman siapa yang diterima untuk proses daftar ulang,” imbuhnya.

(rt/zak/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia