Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Ramadan, Stok Darah Menipis, Pendonor Turun hingga 50 Persen

17 Mei 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

STOK BERKURANG: Petugas menunjukkan stok kantong darah di UTD PMI Tulungagung kemarin (16/5).

STOK BERKURANG: Petugas menunjukkan stok kantong darah di UTD PMI Tulungagung kemarin (16/5). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Memasuki bulan Ramadan, jumlah pendonor aktif di unit transfusi darah palang merah Indonesia (UTD PMI) Tulungagung menurun hingga 50 persen. Dampaknya, stok kantong darah pun terancam menipis. Itu diungkapkan Manajemen Mutu Unit Donor Darah PMI Tulungagung, Sutikno Priyono.

Dia  mengatakan, banyaknya pendonor yang menjalankan ibadah puasa membuat pasokan darah berkurang. Sementara permintaan darah terus ada. “Sebab, masih banyak yang beranggapan kalau donor saat puasa bisa menyebabkan badan lemas. Jadi mereka memilih absen dulu,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan UTD PMI Tulungagung, stok kantong darah mencapai 16 kantong untuk jenis darah wholed blood (WB) atau komponen darah secara keseluruhan. Sementara untuk darah  packed red cell (PRC) atau sel darah merah, mencapai 791 kantong.

Sutikno merinci,  darah WB golongan A mencapai 6 kantong dan golongan B 10 kantong. Sementara golongan O dan AB masing-masing 5 kantong.  Sedangkan, stok darah PRC golongan darah AB cenderung menipis, yakni 19 kantong. Untuk golongan A mencapai 109 kantong, golongan B 231 kantong, dan golongan O mencapai 432 kantong. “Untuk darah WB memang permintaan tidak sebanyak PRC. Nah, untuk PRC golongan AB relatif kurang karena cuma 19 kantong,” urainya.

Jika pada hari biasa PMI menerima 40 hingga 50 kantong, selama Ramadan hanya menerima 18 hingga 25 kantong. Sementara pria ramah ini menjelaskan, dalam setahun PMI memasang target dapat menerima 18 hingga 19 ribu kantong per tahun. Sedangkan untuk permintaan darah dalam sehari sekitar 30 hingga 40 kantong. Baik permintaan dari rumah sakit di kabupaten Tulungagung maupun luar daerah.

Meski mengalami penurunan stok, Sutikno mengaku stok darah relatif masih aman. Sebab dua minggu jelang Ramadan telah melakukan stok dengan jumlah cukup banyak. Namun, upaya jemput bola tetap dilakukan. Salah satunya melalui mobil UTD di gereja-gereja pada hari Minggu. “Ya, kita mengupayakan jemput bola. Sebelum Ramadan kemarin sudah bergerilya untuk menambah stok darah,” jelasnya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi mendonor darah. Sebab, kekurangan stok darah tentu dapat berdampak pada kesehatan pasien yang sedang mengalami pengobatan medis. “Masyarakat untuk ikut program donor darah yang diadakan PMI. Sebab biar bagaimanapun, satu kantong darah dapat menyelamatkan satu nyawa,” katanya. 

(rt/dre/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia