Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Dana Cekak, Ancam Pembinaan Basket

17 Mei 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

ANGGARAN CEKAK: Sejumlah anak sedang berlatih basket di Alun-Alun Trenggalek. Tak hanya sarana, anggaran juga sangat terbatas untuk olahraga.

ANGGARAN CEKAK: Sejumlah anak sedang berlatih basket di Alun-Alun Trenggalek. Tak hanya sarana, anggaran juga sangat terbatas untuk olahraga. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Keluarga besar cabang olahraga basket tengah dirundung kegalauan. Betapa tidak, di tengah antusiasme masyarakat dalam dunia basket, nyatanya anggaran untuk cabang olahraga ini tidak begitu mendukung.

Di sisi lain, awal tahun ini ada sejumlah agenda kejuaraan yang diikuti dan menghabiskan angaran puluhan juta. “Tahun lalu kita dapat anggaran dari  KONI sekitar Rp 20 juta, tahun ini belum pasti,” kata Hendro, Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Trenggalek, kemarin (16/5).

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu Perbasi bersama sejumlah cabor lain mengikuti praproprov menyongsong gelaran porprov Jatim yang bakal dihelat Juli mendatang. Ada dua tim yang diturunkan oleh Perbasi. Untuk kegiatan seleksi awal ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 40 juta. “Itu kemarin dari KONI semua,” katanya.

Hendro juga mengetahui  ada anggaran hibah daerah kepada KONI tahun 2019.  Nilainya sekitar Rp 1 miliar. Pihaknya menduga, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mengakomodasi kebutuhan saat mengikuti proprov Jatim.  Pun jika ada sisa, nantinya akan dibagikan kepada setiap cabor untuk melaksanakan pembinaan  atlet. “Kemungkinan seperti itu. Kalau 40 juta yang diberikan KONI kemarin ternyata sudah termasuk dana hibah kepada Perbasi ya. Jelas tidak ada pembinaan lagi,” katanya.

Pria ramah ini mengenangkan, hal tersebut pernah terjadi sekitar dua atau tiga tahun silam. Kala itu ada kegiatan sejenis yang menuntut setiap cabor mengeluarkan anggaran. Karena belum memiliki sumber anggaran lain, Perbasi mendapatkan anggaran sekitar 60 juta untuk ikut berpartispasi dalam event regional tersebut.

Sayang, uang tersebut ternyata sudah termasuk dengan anggaran hibah untuk Perbasi. “Jadi setelah event itu ya gak ada kegiatan lagi. Tapi kalau tahun ini kami optimistis masih bisa, ada kegiatan,” katanya.

Di lokasi terpisah, Trio Subyanto, Divisi Bina Prestasi Perbasi Trenggalek mengatakan, anggaran Rp 20 juta setiap tahun hanya mampu untuk menggelar satu kali event pembinaan. Misalnya sekelas kejuaraan atau pertandingan antarklub di tingkat lokal. Sedikit salah perhitungan, dipastikan panitia yang merugi. “Normalnya, untuk event kabupaten itu butuh anggaran sekitar Rp 25 juta. Jadi masih minus 5 juta. Kalau hibah Perbasi itu Rp 20 juta,” katanya.

Menurutnya, sejumlah klub yang ada di Trenggalek kini sudah lumayan rutin menggelar latihan. Bahkan, beberapa waktu lalu ada yang berhasil membawa pulang medali dari kejuaraan daerah. Bagi dia, itu merupakan support sekaligus bukti bahwa basket mulai bergeliat di Trenggalek. “Ketika sudah rutin latihan, seharusnya mereka diterjunkan dalam pertandingan. Ini merupakan tugas kami, Perbasi, dalam rangka pembinaan,” terang dia. 

(rt/muh/abd/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia