Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Adu Domba Perguruan Silat Lewat FB, Pemuda di Blitar Dipolisikan

17 Mei 2019, 11: 54: 57 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERJERAT : Polisi menujukkan barang bukti dari kasus provokasi.

TERJERAT : Polisi menujukkan barang bukti dari kasus provokasi. (POLISI FOR RADARTUULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KABUPATEN - Hati-hati dalam memposting perkataan di media sosial atau jejaring sosial. Apalagi yang diposting adalah kalimat penghinaan. Siap-siaplah berhadapan dengan polisi. 

Itu seperti yang dilakukan oleh Huda Riyan Nandas (HRN), warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben. Pemuda 22 tahun tersebut nekat memosting kata-kata penghinaan melalui akun Facebooknya yang ditujukan kepada dua kelompok perguruan silat di Blitar. 

Akibat perbuatannya itu, HRN dijebloskan ke penjara. Dua kelompok perguruan silat yang melihat postingan itu langsung bertindak tegas dengan melaporkannya ke Polres Blitar. "Dua perguruan yang dihina itu IKSPI ranting Kesamben dan PSHT ranting Kesamben," jelas AKBP Anisullah M. Ridha, Jumat (17/5). 

Anis menjelaskan, pelaporan itu berawal dari postingan status HRN di akun FBnya yang menghina dua kelompok perguruan di Kesamben. Postingan itu mengandung unsur ujaran kebencian dan permusuhan. "Modusnya itu mengata-ngatai dan merubah singkatann nama kelompok silat tersebut," jelas perwira berpangkat dua melati di pundak ini. 

Dalam postingan yang diunggah pada Senin (13/5) lalu itu, HRN menuliskan kalimat kasar dan menghina dua kelompok silat di wilayah Kesamben. Isi kalimatnya, "IKSPI Samben : Ikatan Kera Tolol Goblok (gambar jari tengah)". Dan, "PSHT Samben : Persaudaraan Setia Hati Ke Tempek (gambar jari tengah)”.  "Lek ra TRIMO omong o cok. Aq ra wedi kro raimu kabeh

Podo mangan e sego ae ra wedi aku cok kro dapuranmu (gambar jari tengah dan kepalan tangan)" tulis HRN dalam akun FBnya. 

Kalimat yang diposting sekitar pukul 04.14 itupun langsung direspon dua kelompok perguruan silat. Akibat postingan itu, menimbulkan permusuhan. "Seolah-olah kedua kelompok perguruan silat ini diadu domba melalui postingan HRN itu," ungkapnya. 

Nah, sekitar pukul 18.00, HRN langsung didatangi perwakilan ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) ranting Kesamben dan PSHT ranting Kesamben. Saat itu juga, HRN langsung digelandang ke Polsek Kesamben. 

Akibat perbuatannya itu, HRN dijerat pasal 45A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). "Ancaman hukumannya paling lama enam tahun penjara," tandasnya. (sub)

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia