Rabu, 23 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Eko Purnomo, Perajin Cosplay, 6 Bulan Sudah Hasilkan 17 Kostum

17 Mei 2019, 19: 10: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Eko Purnomo, Perajin Cosplay, 6 Bulan Sudah Hasilkan 17 Kostum

Eko Purnomo, warga Desa Jarakan, Kecamatan Gondang ini menekuni pembuatan cosplay atau kostum mirip robot. Meski baru enam bulan, hasil karyanya sudah dikirim ke luar kota.

Tidak mudah mencari rumah perajin cosplay atau kostum robot asal Desa Jarakan, Kecamatan Gondang ini, jika baru kali pertama masuk wilayah tersebut. Sebab, rumah pria 32 tahun tersebut berada sekitar 2 kilometer (km) dari jalan raya Tulungagung-Trenggalek. Dari jalan raya itu, rumahnya masuk arah barat.

Setelah perjalanan sekitar 2 km, ada jalan kecil alias gang dengan ukuran sekitar satu meter setengah. Gang arah selatan tersebut berpaving. Nah, jika menemui rumah cat hijau, itulah rumah Eko pembuat cosplay.

Tiba di depan rumah Eko, tampak beberapa barang-barang berserakan yang akan dibuat kostum robot. Seperti cat, gunting, spons, dan sebagainya. Di depan rumah tersebut tampak kostum robot yang sudah jadi sekitar 80 persen. Kostum robot itu berbentuk bumblebee berwarna kuning. Meski hanya sebuah kostum, kualitas dari kostum tersebut terjamin. Seperti cat yang dipakai tidak mudah tidak akan hilang meski bertahan di cuaca terik dan hujan sekaligus.

Meski baru berjalan enam bulan, Eko cukup produksi membuat kostum tersebut. Sampai kini dirinya sudah membuat 17 kostum robot dan itu dikirim ke berbagai daerah di Jawa dan Kalimantan. “Saya kirim sesuai pemesanan,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Bapak satu anak itu mengaku, ketertarikan membuat kostum robot tersebut tidak disengaja. Hal itu muncul setelah dirinya bekerja di sebuah proyek di Jogjakarta. Di waktu bersamaan, dia melihat ada orang yang mengenakan kostum Iron Man yang digunakan untuk mencari rezeki. “Waktu itu sekitar delapan bulan lalu, melihat kostum itu kok pingin membuatnya sendiri,” ujarnya.

Eko pun tidak kehabisan akal, saat siang hari dirinya bekerja sebagai kuli, malam harinya justru dimanfaatkan untuk membuat kostum robot sendiri. Meskipun tidak dibekali dengan kemampuan yang mumpuni tapi berkat internet, dia pun bisa mengerjakan kostum tersebut. “Jadi, saya bisanya otodidak. Saya cari sendiri bahannya dan langsung belajar membuatnya,” terangnya.

Di tengah pembuatan kostum robot tersebut, dirinya harus pulang ke Tulungagung. Itu setelah pekerjaannya sebagai kuli bangunan selesai. Kostum yang hampir selesai itu ternyata diselesaikan di rumah. “Setelah selesai, kostum itu saya buat ngamen di alon-alon selama tiga hari,” ungkapnya.

Namun setelah ada pesanan kali pertama, dirinya langsung fokus kepada pesanan tersebut. Terhitung sudah 17 kostum robot yang dibuatnya. Setelah selesai, dirinya menawarkan karyanya itu dengan media sosial (medsos). “Setelah ditawarkan di media sosial, banyak pesanan yang datang. Harga satu kostum robot dibanderol mulai Rp 3 juta hingga Rp 6 juta,” ujarnya.

Pembuatan satu kostum tersebut memakan waktu sekitar dua minggu. Mengenai desain dan ukuran, Eko mengaku mencontoh di internet atau tergantung dari pesanan. Agar kostum buatannya awet alias tidak mudah rusak, dia memilih spons.

Langkah awal yang dilakukan Eko adalah membuat pola. Setelah itu, mulai merekatkan dengan menggunakan lem, lalu dilapisi dengan menggunakan cat tahan air dan cat semprot sesuai warna pemesan. “Terakhir, dilapisi cat mobil dan obat agar lebih kelihatan mengilat,” ujarnya.

(rt/iyo/dre/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia