Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Temukan Daging Sapi Di Campur Daging Babi, Harga Sembako Masih Stabil

20 Mei 2019, 14: 20: 56 WIB | editor : Didin Cahya FS

TELITI : Forkopimda Blitar saat mengecek sejumlah kebutuhan pokok, Senin (20/3).

TELITI : Forkopimda Blitar saat mengecek sejumlah kebutuhan pokok, Senin (20/3). (M.ABDULLAH SUBCHAN/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, kepolisian dan dinas terkait menyidak beberapa swalayan dan pasar tradisional di Kota Blitar, Senin (20/5). Hasilnya, ditemukan beberapa produk yang cara penempatannya tidak sesuai. 

Salah satunya adalah produk daging sapi segar yang dikemas dalam plastik dan ditempatkan menjadi satu dengan daging babi. Kedua jenis daging itu ditempakan dalam safu frezzer. "Seharusnya itu kan dipisahkan agar pembeli tahu mana yang daging sapi dan daging babi. Untuk menjaga konsumen umat Islam," kata Plt Wali Kota Blitar Santoso, usai sidak, Senin (20/5). 

Daging babi dan daging sapi yang disatukan dalam frezzer itu ditemukan di salah satu, Danilswalayan di Jalan TGP. Pemkot meminta pemilik swalayan untuk memisahkan penempatannya antara daging babi dan daging sapi. "Kami harap untuk dipecah. Daging babi ditempatkan khusus. Sedangkan daging lainnya sendiri," terangnya.

Santoso mengatakan, secara keseluruhan barang maupun produk yang dijual di swalayan tersebut aman. Artinya tidak ada yang kedaluarsa termasuk daging segar sehingga layak untuk dikonsumsi. Meskipun tata cara penempatannya yang harus dirubah. "Tadi juga menemukan produk roti dijual menyatu dengan obat-obatan. Ini seharisnya juga dipisah.roti sendiri, obat sendiri," ujar pria ramah ini. 

Nah, dari temuan itu, pemkot meminta kepada swalayan untuk menata dan kembai produk-produk yang di pasang. Pihaknya akan mengecek secara berkala kondisi harga maupun kemanan produk dan ketersediaan kebutuhan menjelang Lebaran," beber pria berkacamata ini. 

Selain menyidak swalayan, pemkot juga menyidak pasar tradisional. Salah satu yang disidak yakni Pasar Pon. Di sana, pemkot mengecek ketersiadaan barang dan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. 

Hasilnya, harga kebutuhan pokok masih aman. Termasuk harga bumbu dapur. Salah satunya adalah ayam potong. Harga yang sebelumnya mencapai Rp 32 ribu kini turun menjadi Rp 28 ribu per kilogram. "Mudah-mudahan harga bisa trus stabil. Kalapun toh menurun tidak sampai berdampak pada skonomi," tandasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia