Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan
Peran Pemkab Blitar Ciptakan KLA

Tahun Ini Buat Perda Khusus untuk Anak, Berharap Raih Tingkat Nindya

23 Mei 2019, 09: 49: 49 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Tahun Ini Buat Perda Khusus untuk Anak, Berharap Raih Tingkat Nindya

BLITAR KABUPATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kedatangan tamu Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Mereka selama beberapa hari yang lalu telah melakukan penilaian lapang terkait program KLA.

Setelah melakukan penilaian lapang, tim verifikasi yang terdiri dari Taufiq Uwaidha dan Rita Pranawati dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memaparkan hasil verifikasi tersebut di hadapan Bupati Rijanto dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam program KLA di Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan beberapa pembenahan. Misalnya, perlunya penambahan fasilitas bermain anak di taman terbuka hijau dan tempat lainnya. “Evaluasi tersebut kami tampung dan akan kami laksanakan untuk mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai KLA,” ungkapnya.

Meski demikian, berdasarkan dari progres, kinerja Pemkab Blitar dalam mewujudkan KLA patut diacungi jempol. Pasalnya, dari keikutsertaan program KLA pada 2017 lalu,  Pemkab Blitar mampu meraih predikat KLA tingkat pratama.

Satu tahun kemudian, tepatnya tahun 2018, Kabupaten Blitar mampu meraih predikat KLA tingkat madya. “Tahun ini kami berharap Kabupaten Blitar bisa meraih predikat KLA tingkat nindya,” pintanya.

Meskipun pihaknya tahun ini menargetkan meraih predikat KLA tingkat nindya, dia menekankan kepada seluruh undangan, penghargaan bukan menjadi target utama dalam KLA, melainkan bagaimana agar hak-hak anak di Kabupaten Blitar.

“Penghargaan itu hanya bonus saja. Yang lebih penting bagaimana kita bisa mewujudkan agar hak-hak anak bisa terpenuhi dan Kabupaten Blitar menjadi kabupaten yang layak bagi anak,” bebernya.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan KLA, Pemkab Blitar sedang membuatkan peraturan daerah (perda) khusus untuk anak. Perda tersebut dimaksudkan untuk melindungi anak dari segala tindak kekerasan dan lainnya.

“Sebelumnya, memang sudah ada, tapi masih gabung dengan Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Tahun ini, kami buatkan perda khusus anak,” jelasnya.

Selain itu, ke depan pihaknya akan melakukan penambahan atau peningkatan sarana dan prasarana yang pro terhadap anak. Bahkan setiap infrastruktur yang ada di setiap kecamatan bahkan desa akan dilengkapi fasilitas bagi anak-anak, seperti taman bermain dan juga ruang laktasi. “Insyaallah kalau sudah tingkat nindya, semua itu pasti terpenuhi.

Kita kini mendorong satuan kerja kita, baik itu dinas PUPR, DLH, pariwisata, dan lainnya untuk mendukung program ini. Kita juga mengikutkan swasta dalam menyediakan wisata anak yang tugas kita memudahkan perizinan,” jelasnya.

Sementara, Tim Verifikasi Lapangan KLA, Taufiq Uwaidha mengatakan bahwa Kabupaten Blitar sudah berubah drastis sejak awal bergabung di KLA. Mulai dari infrastruktur banyak yang menyediakan fasilitas khusus anak.

Hanya saja, dia berharap agar infrastuktur ini bisa lebih merata hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan hingga desa. Sebab, dari pengamatannya di tingkat kecamatan dan kelurahan atau desa di Kabupaten Blitar masih kurang berjalan.

“Dari evaluasi kami, rata-rata perkantoran di tingkat desa atau kelurahan dan kecamatan masih kosong fasilitas layak anaknya. Hal ini harus perlu diperhatikan lagi. Tak hanya fasilitas yang kelihatan saja, tapi karakter anak juga harus dibangun,” imbuhnya. 

(rt/sai/did/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia