Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Wabup Blitar: Momentum Puasa Tingkatkan Jiwa Nasionalisme

23 Mei 2019, 09: 53: 01 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Wabup Marhaenis UW ketika memberi sambutan.

Wabup Marhaenis UW ketika memberi sambutan. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) berkumpul di Pendapa Sasana Adhi Praja, kantor Bupati Blitar di Kanigoro, kemarin. Mereka mengikuti kegiataan keagamaan siraman rohani.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Marhaenis Urip Widodo dan diikuti oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan menghadirkan ustad KH Syukron Zazilan, MAg, dari Surabaya.

Dalam sambutannya, Wabup Marhaenis UW mengatakan, melalui kegiatan siraman rohani di bulan puasa tahun ini, pihaknya meminta agar ASN lebih menjaga kekeluargaan sesama ASN. Sebab, hal itu tertuang dalam salah satu tugas ASN. Yakni menjaga kebersamaan untuk menguatkan kekeluargaan sesama anggota ASN. “Sesuai dengan tema kali ini, KORPRI, mari kita merajut jiwa nasionalisme dan menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan bagi anggota KORPRI, “ ungkapnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini menjelaskan, dalam bulan penuh berkah ini, dia berharap agar ASN bisa mempererat kasih sayang dengan sesama serta dapat mengaktualisasi hakikat makna ibadah puasa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, dia minta anggota KORPRI harus saling membantu, mendoakan, dan menjaga kerukunan dengan tetap waspada terhadap ancaman radikalisme yang dapat mengganggu indahnya umat. Bahkan, dalam menjalankan tugasnya, ASN harus senantiasa bekerja ikhlas, profesional dalam rangka memuwujudkan visi bupati/wakil bupati Blitar, Menuju Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju, dan Berdaya Saing. “Dengan demikian, ASN Juga harus ikut menjaga kondusivitas. Baik dalam menciptakan suasana kerja maupun hidup bermasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, KH Syukron Zazilan, MAg, dari Surabaya, pada kesempatan itu memberikan tausiah tentang keluarga. KH Syukron menegaskan bahwa keutamaan dalam menjalin hubungan rumah tangga harus disertai keikhlasan antara suami dan istri. “Selain itu, harus ada keterbukaan dan kejujuran,” pintanya.

Menurut dia, memiliki keluarga yang harmonis dan sesuai dengan ajaran agama Islam adalah dambaan setiap muslim. Untuk mewujudkannya di antaranya, yakni dengan menjaga keharmonisan rumah tangga. Sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang berarti keluarga penuh kasih sayang, cinta, dan ketenteraman. “Tentunya, semua ini dibangun berdasarkan nilai-nilai Islam yang hanya mengharap keridaan Allah SWT,” tandasnya. 

(rt/sai/did/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia