Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Diduga Depresi, Sehari Dua Pria Di Blitar Gantung Diri

23 Mei 2019, 15: 10: 06 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Diduga Depresi, Sehari Dua Pria Di Blitar Gantung Diri

BLITAR KOTA - Dua aksi gantung diri (gandir) terjadi dalam waktu sati hari, Kamis (23/5). Kejadian gandir itu terjadi dalam waktu yang berbeda dan lokasi berbeda. 

Kejadian pertama, itu terjadi di Jalan Sumatera Kelurahan/Kecamatan Sananwetan. Saat itu sekitar pukul 05.30, Sumardi warga setempat ditemukan tewas dengan cara gantung diri. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh istrinya, Suwarni. "Setelah bangun tidur, sang istri memanggil-manggil suaranya ke kamar mandi," jelas Kapolsek Sananwetan Kompol Didit Prihantoro, Kamis (23/5). 

Tetapi, lanjut Didit, ketika dipanggil tidak ada respon. Nah, saat berada di dekat sumur, Suwarni melihat suaminya dalam posisi memggantung. Kondisi sudah tidak bernyawa lagi. 

Melihat kejadian itu, sang istri panik dan memanggil keluarga setempat. Tak berapa lama warga tiba di rumah Suwarni untuk untuk membantu menurunkan korban. "Anggota juga langsung tiba di lokasi dan membantu evakuasi," terangnya.

Posisi tubuh Sumardi sudah menggantung. Seutas tali hitam menjerat lehernya dengan sangat keras. Dia menggunting di palang kayu jemuran pakaian. "Tubuh Simardi pun berhasil di evakuasi dan djperiksa secara medis. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan," bebernya. 

Berdasarkan keterangan keluarga, Sumardi nekat mengakhiri hidupnya dengan ganung diri diduga karena depresi. Sudah lama sakit kepalanya tidak sembuh-sembuh. "Dia itu sudah lama sakit vertigo. Keluarga juga sempat memeriksakannya ke doktrer," ungkap Didit. 

Sementara itu, perisitiwa gandir kedua terjadi di Jalan Tanjung. Pria nahas itu bernama Naseran, 59, warga Desa Sitoyobagus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. 

Naseran ditemukan tewas gantung diri di atas saluran air di Jalan Tanjung sekitar pukul 06.00. Saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah tidak bernyawa dalam posisi menggantung dan leher terjerat seutas tali. 

Saksi yang pertama melihat kejadian itu adalah Sunarmiasih, pemilik warung di dekat kejadian. Warungnya dekat dengan lokasi kejadian. 

Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti, di antaranya, tas kecil warna hitam yang masih dipakai korban saat gantung diri. Isi tasnya yakni dompet warna hitam berisi KTP, kartu berobat di RSUD Mardi Waluyo, dan uang tunai Rp 45.000. Selain itu, polisi juga menemuka  sepeda kayuh yang diduga milik korban di dekat lokasi.

(rt/did/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia