Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pura-Pura Gila, Nekat Curi Motor

24 Mei 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

HANYA PURA-PURA: Polisi menunjukkan Soni Firmansyah, pelaku curanmor di wilayah Kelurahan Surodakan.

HANYA PURA-PURA: Polisi menunjukkan Soni Firmansyah, pelaku curanmor di wilayah Kelurahan Surodakan. (ZAKI JAZAI/POLRES TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Menjelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini, masyarakat Kota Keripik Tempe diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan adanya aksi pencurian. Buktinya, beberapa waktu lalu Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan Soni Firmansyah, 20, warga Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Soni diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) milik Sutrisno, warga Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek.

Berdasarkan penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa surat kendaraan bermotor milik korban. Kini pelaku harus merasakan dinginnya jeruji besi Mapolres Trenggalek guna menjalani proses hukum selanjutnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kejadian tersebut bermula pada Kamis (16/5) lalu. Saat itu sekitar pukul 14.30, korban pulang dari aktivitasnya dan kemudian memarkirkan sepeda motor jenis Honda Vario nomor polisi (nopol) AG 2804 YAD miliknya di garasi belakang rumah. Saat itu berselang satu jam kemudian, istri korban melihat ada seseorang yang  membawa sepeda motor tersebut keluar dari garasi. “Karena tidak mengenal yang membawa sepeda motor tersebut, seketika itu istri korban langsung berteriak untuk meminta bantuan,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, mendengar teriakan tersebut, korban langsung menghubungi polisi terkait peristiwa tersebut. Mendapatkan kabar itu, polisi langsung melakukan pengintaian dan penghadangan hingga berhasil menangkap pelaku di area Jalan Trenggalek-Ponorogo, masuk Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek. “Ketika ditangkap, dia (pelaku, Red) berpura-pura memiliki gangguan mental sehingga kami merasa iba dan melepaskannya,” katanya.

Kendati demikian, polisi tidak percaya begitu saja jika pelaku mengalami keterbelakangan mental. Setelah diinterogasi, polisi langsung membawanya ke psikiater untuk mengetahui apakah memang benar pelaku mengalami keterbelakangan mental atau hanya pura-pura saja. Ternyata dari hasil psikiater, kondisi kejiwaan pelaku normal sehingga dia hanya berpura-pura mengalami keterbelakangan mental.

Hal itu dibuktikan, berdasarkan keterangan dan kesaksian pelaku sendiri, pernah tertangkap basah melakukan curanmor, tapi dilepaskan oleh masa karena berpura-pura memiliki gangguan mental. Dari situ, polisi akan terus melanjutkan proses hukum. Dan jika terbukti bersalah, akan diancam dengan pasal 363 sub 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. “Proses hukumnya tetap kami lanjutkan dan nanti jika ada pemeriksaan kejiwaan kembali dan yang bersangkutan positif, maka biar pengadilan yang memutuskan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Soni Firmansyah tidak mau berucap sepatah kata pun ketika Koran ini mencoba mengonfirmasinya. Dia hanya tersenyum sambil mematuhi instruksi petugas untuk masuk ruang tahanan Mapolres Trenggalek. 

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia