Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Beredar Rumor SK Pengangkatan Wabup Menjadi Bupati

Parpol Pengusung Siapkan Kader

24 Mei 2019, 21: 03: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Plt. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin

Plt. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin

TRENGGALEK – Setelah cukup lama, usulan dewan terkait pemberhentian sekaligus pengangkatan Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek menjadi bupati tampaknya mulai ada titik terang.

Kendati belum dapat dipastikan ada tidaknya SK pengangkatan wabup menjadi bupati dari mendagri, rumor terkait pelantikan wabup menjadi bupati cukup santer dibicarakan. Sejalan dengan itu, tentunya bakal terjadi kekosongan kursi wabup yang notabene hanya ada waktu sekitar dua bulan lagi untuk diisi.

Dikonfirmasi mengenai itu, Kabag Pemerintahan Edy Soepriyanto enggan menjawab secara tegas. Dia hanya mengaku bakal ada rapat koordinasi di Surabaya hari ini mengenai kejelasan pengangkatan wabup menjadi bupati. Begitu juga ketika ditanya apakah itu sekaligus membahas persiapan pelantikan, Edy -sapaannya- juga tidak membenarkan maupun menampik hal tersebut. “Kami diundang ke provinsi besok (hari in, Red), masih mau rapat soal itu (SK pengangkatan dan pelantikan, Red),” katanya kepada Koran ini, kemarin (23/5).

Di sisi lain, sesuai dengan tata tertib DPRD disebutkan pengisian kekosongan wabup bisa dilakukan minimal 18 bulan sebelum periode. Ini berarti ada sekitar dua bulan lagi jika partai pengusung berkeinginan untuk mencarikan pendamping bagi Mochamad Nur Arifin yang dilantik sebagai bupati nanti.

Diketahui, ada 5 partai pengusung pasangan Emil Dardak-Mochamad Nur Arifin pada Pilkada 2015, yakni PDIP, Gerindra, Demokrat, Golkar, dan PAN. Kelima partai ini yang memiliki kewenangan untuk mengusulkan dua orang nama yang nanti akan dipilih oleh anggota dewan.

Kepada Koran ini, Ketua DPC Partai Demokrat Mugianto membenarkan bahwa surat keputusan pengangkatan dan pengesahan wabup menjadi bupati sudah turun dari Kemendagri. Pihaknya juga sudah ancang-ancang dengan beberapa kader untuk diusulkan menjadi pendamping Mochamad Nur Arifin nanti. “Ya, SK sudah turun. Tinggal menjadwal kapan pelantikan. Kami juga sudah menyiapkan kader untuk mengisi usulan calon (wabup, Red),” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD partai Golkar Wakidi mengaku bakal menggelar rapat internal Sabtu besok. Ini menyikapi pentingnya keberadaan seorang wabup sebagai pendamping Mas Ipin yang nanti menjalankan roda pemerintahan di Kota Keripik Tempe. ”Kalau sendirian berat menjalankan pemerintahan,” katanya.

Golkar juga menyadari waktu yang dimiliki untuk konsolidasi diinternal partai maupun dengan partai pengusung lainnya sangat terbatas. Jadi, persoalan pengusulan atau pengisian kekosongan kursi wabup ini mesti segera dilaksanakan.

Di lokasi terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Nurhadi Rohmad mengatakan, suara partai pengusung dalam pengusulan calon wabup adalah bulat. Artinya, kelima partai tersebut harus satu suara mengusulkan nama-nama calon yang nanti akan disodorkan kepada anggota dewan untuk dipilih menjadi pendamping bupati.

Untuk itu, sambung dia, parpol pengusung harus duduk bersama membahas pengisian kekosongan wabup. Menurutnya, menerima masukan dari sejumlah kalangan. Semisal akademisi ataupun tokoh masyarakat dalam momentum tersebut adalah hal yang baik. Jadi tidak hanya semata atas dasar kepentingan internal partai, tapi juga menerima kepentingan atau masukan dari luar. “Intinya kita harus satu meja dulu membahas, kemudian sartu suara mengusulkan,” tegas dia.

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia