Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

BPJS Ketenagakerjaan Jamin Risiko Sosial Ketua RT dan RW

24 Mei 2019, 15: 55: 18 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KOMPAK: Plt. Wali Kota Blitar Santoso, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Arie Fianto S., foto bersama kepala OPD, dan Istinani.

KOMPAK: Plt. Wali Kota Blitar Santoso, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Arie Fianto S., foto bersama kepala OPD, dan Istinani. (Whendy Gigih Perkasa/ Radar Blitar)

BLITAR KOTA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, memberikan santunan Jaminan Kematian (JKM) dalam apel pagi di halaman kantor Pemkot Blitar, kemarin (18/2). Bantuan berupa uang itu diserahkan secara simbolis oleh Plt. Wali Kota Blitar, Santoso.

Bantuan senilai Rp 24 juta itu, diterima Istinani, warga Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan. Dia merupakan ahli waris dari Sutadji, yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar. Yakni sejak Februari lalu.

Sutadji merupakan Ketua RT 01 RW 12. Dia meninggal pada usia 70 tahun karena sakit. Yakni pada Minggu, 17 Maret 2019 lalu. Karena meninggalnya pada saat masih aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka ahli waris berhak mendapatkan manfaat Jaminan Kematian sebesar Rp 24 juta.

SEMOGA BERMANFAAT: Plt. Wali Kota Blitar Santoso menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian kepada Istinani, ahli waris Sutadji.

SEMOGA BERMANFAAT: Plt. Wali Kota Blitar Santoso menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian kepada Istinani, ahli waris Sutadji. (Whendy Gigih Perkasa/ Radar Blitar)

Yang menarik, meski baru menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar satu bulan, ahli waris almarhum Sutadji bisa menerima manfaat dari jaminan kematian. Ini membuktikan, ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, benar-benar terlindungi. Berupa jaminan sosialnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Arie Fianto S., mengapresiasi pihak Pemkot Blitar. Sebab, ketua RT dan RW sudah diikutkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dari data yang ada, ada sekitar 837 orang ketua RT dan RW se-Kota Blitar. iuran Rp 10 ribu per orang. “Itu dibayarkan sejak Februari 2019, atau 11 bulan dengan total iuran Rp 92.070.000,” ujarnya.

Potensi perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan di bagian pemerintahan, masih ada pengurus RT dan RW (selain ketua). Yakni sebanyak 1.674 orang se-Kota Blitar. Misalnya mereka bertugas sebagai sekretaris, bendahara, ataupun lainnya.

Ada pula Lembaga Pengurus Masyarakat Kelurahan (LPMK) se- Kota Blitar, sebanyak 348 orang, iuran sebulan Rp 3.480.000. “Dengan ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka bisa terlindungi. BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai Negara yang memberikan perlindungan jaminan sosial,” jelas Arie Fianto.

Plt. Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, santunan yang diberikan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Itu juga merupakan bentuk kepedulian. Sebab, masyarakat sudah cukup banyak yang tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk kedepannya, Pemkot Blitar juga bakal menambah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Tentunya itu berdasarkan pemantauan terlebih dahulu. Termasuk besarannya. “Dilihat dari jenis yang dialami para korbannya,” jelasnya.

Istinani, yang merupakan ahli waris almarhum Sutadji mengaku senang dengan adanya bantuan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Wanita berusia 68 tahun itu juga baru mengetahui sejak Februari lalu, suaminya ikut jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dia juga sempat mengira, itu sama dengan asuransi kesehatan yang kini bernama BPJS Kesehatan. Namun nyatanya berbeda. “Untuk pencairannya cukup mudah. Tidak ada yang dipersulit. Persyaratan hanya surat keterangan dari kelurahan,” ungkapnya.

Pensiunan guru itu melanjutkan, uang jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan, bakal digunakan untuk tambahan umroh. Sebab, umroh sudah lama direncanakannya bersama suami.

Karena itulah, dia ingin ke tanah suci untuk mendoakan suaminya dan mewujudkan keinginan itu. “Tapi ternyata suami saya (Sutadji), meninggal sebelum bisa umroh,” katanya saat ditemui di kantor Wali Kota Blitar kemarin.

Dalam upacara tersebut, juga diserahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua orang peserta. 

(rt/whe/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia