Rabu, 23 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jajakan Wanita SPG, Pemandu Lagu Di Blitar Dibekuk Polisi

01 Juni 2019, 08: 16: 52 WIB | editor : Didin Cahya FS

TEGA: Polisi menunjukkan barang bukti kasus prostitusi.

TEGA: Polisi menunjukkan barang bukti kasus prostitusi. (M.SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Perempuan berinisial ini KS harus berurusan dengan polisi. Pemandu lagu ini dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota setelah kedapatan menjajakan seorang wanita kepada pria hidung belang. 

KS ditangkap di salah satu hotel ternama di Kota Blitar ketika sedang menunggu sang gadis melayani pria hidung belang. Akibat perbuafannya itu, perempuan warga Kecamatan Srengat ini harus mendekam di bik jeruji besi Mapolres Blitar Kota. "Dia kami tangkap saat berada di hotel melayani pelanggannya," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (31/5). 

Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai Rp 1.160.000 dan satu ponsel merek Xiaomi. Barang bukti itu diamankan di Polres Blitar Kota guna penyidikan lebih lanjut.

Ade mengatakan, KS diketahui menjual temannya sendiri yakni NDL, yang juga seorang Sales Promotion Girl (SPG). Sebelumnya NDL ditawarkan dulu kepada pria hidung belang melalui online berupa percakapan Whats App (WA). "KS ini menawarkan NDL lewat WA. Dia mengirimkan gambar-gambar NDL kepada calon pelanggannya," beber perwira berpangkat dua melati di pundak ini. 

Setelah cocok dan sepakat, KS lalu menentukan hotel lokasi yang akan digunakan berbuat asusila. Saat itu, anggota mendapat informasi bahwa KS menuju hotel bersama teman wanitanya menemui pria hidung belang itu. "Kebetulan memang dia (KS) target operasi (TO)  kita. Anggota lalu membuntutinya," terang Ade. 

Nah, saat wanita dan pria hidung belang itu masuk kamar, petugas langsung menggerebeknya. Saat diinterogasi, keduanya tidak bisa menunjukkan surat resmi pasangan suami istri. "Setelah kami periksa mengakui bahwa mereka adalah korban pengguna jasa pelacuran," ujarnya.

Kepada polisi, KS mengaku baru sekali berbisnis prostitusi online tersebut. Itupun dilakukan atas dasar ingin membantu temannya, NDL. "Dia (NDL) kan butuh uang. Jadi, saya membantu dia agar bisa mendapatkan uang," aku perempuan pemandu lagu ini.

Dari bisnis prostitusi itu, KS mendapat uang Rp 1,2 juta. Hasil itu dibagi berdua dengan NDL. "Saya dapat Rp 300 ribu dan NDL dapat Rp 900 ribu," ujar KS yang terus tertunduk malu dengan wajah ditutupi kain jilbab yang dipakainya itu. 

Akibat perbuatannya itu, KS dijerat pasal 506 atau 296 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama 1 tahun empat bulan penjara. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia