Rabu, 23 Oct 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Tabung Plastik Berisi Gas Karbit Meledak, Makan Dua Korban

06 Juni 2019, 07: 42: 51 WIB | editor : Didin Cahya FS

TKP : Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

TKP : Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. (IST)

BLITAR KABUPATEN - M. Rifai,12, dan Asbiyan Maulana warga Desa Mandesan, Kecamatan hingga kini masih tergolek lemah di rumah sakit. Keduanya menjadi korban ledakan tabung plastik berisi gas oksigen dan campuran karbit pada Selasa (4/6).

Selain menimbulkan korban, ledakan itu juga merobohkan bangunan madrasah dan merusak musala di sampingnya. Sebab, pusat ledakan itu beradal dari bangunan madrasah. 

Saat ini polisi masih menyelidiki ledakan dahsyat yang terjadi sekitar pukul 17.00 di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro. Polisi masih mengejar dua terduga pelaku yang sudah dikantongi identitasnya itu. "Masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Dua terdua pelaku sedang kami kejar," jelas Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha, Rabu (5/6). 

Dua terduga pelaku itu adalah Ahmad Masruri, warga Desa Mandesan dan M. Najiyullah warga Desa Ploso, Kecamatan Selopuro. Keduanya yang membuat tabung plastik berisi gas hingga meledak itu. "Tabung Plastik ikan itu diisi Oksigen dan Karbit kemudian di ikat," jelasnya.

Setelah diikat, tabung berbahaya itu ditaruh di kamar kosong rumah milik Kyai Mahfud. Bangunan yang sebelumnya di tempati para santri. "Buntelan plastik berisi gas berbahaya itu dibawa oleh Rifai (salah satu korban). Plastik itu dibawa ke satu kamar madrasah itu," lanjut perwira berpangkat dua melati di pundak ini. 

Usai disimpan dalam kamar, Rifai lalu meninggalkan kamar. Tak selang beberapa menit kemudian, petaka terjadi. Ledakan hebat langsung terdengar keras. 

Saking kerasnya hingga merobohkan bangunan madrasah tersebut. Rifai yang belum jauh dari lokasi harus terkena dampak ledakan itu. "Selain Rifai, korban lainnya Asbiyan juga jadi korban," jelas polisi berpangkat dua melati di pundak ini.  

Dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi, diketahui tabung plastik berisi gas karbit itu lebih dari satu. Sejumlah Tabung itu disimpan dalam kamar. "Ada sekitar 30 tabung yang sudah disimpan dulu disitu (kamar, Red). Makanya, saat satu meledak mengenai tabung lainnya. Tidak mungkin satu tabung meledak bisa sampai menghancurkan bangunan," tandas Anis.

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia