Jumat, 18 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Sistem PPDB di Hari Terakhir Sempat Terganggu

21 Juni 2019, 20: 20: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SEMUA DILAKUKAN SISTEM: Panitia PPDB di SMAN 1 Trenggalek menunjukkan nama-nama calon peserta didik baru yang kemungkinan diterima.

SEMUA DILAKUKAN SISTEM: Panitia PPDB di SMAN 1 Trenggalek menunjukkan nama-nama calon peserta didik baru yang kemungkinan diterima. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tampaknya harus mengevaluasi lebih mendalam soal pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN/ SMKN reguler. Pasalnya, pada pelaksanaan PPDB online di hari terakhir kemarin (20/6), termasuk di Kota Keripik Tempe masih saja dihantui sekelumit persoalan.

Hal ini mengingat sistem yang digunakan untuk pelaksanaan PPDB online, khususnya bagian keterangan siswa yang diterima pada sekolah tertentu. sempat mengalami kendala. Kemungkinan karena masih ada perbaikan. Mengingat ada sekelompok masyarakat yang tidak menyukai jika sistem zonasi diterapkan. “Memang kemarin (Rabu,19/6, Red) ada masalah pada sistem. Namun pada pelaksanaan hari terakhir ini bisa digunakan,” ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin melalui Kasi SMK Subagyo.

Dia melanjutkan, terkait persyaratan penerimaan, praktis tidak ada perubahan. Sebab, masih berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang sebelumnya diberikan.

Khusus SMAN, peserta yang mendaftar akan diseleksi oleh sistem berdasarkan zonasi dan nilai ujian nasional (NUN). Jika ada pendaftar, data yang masuk oleh sistem akan diseleksi oleh sistem berdasarkan zonasi. Jika tidak masuk, data yang bersangkutan akan diseleksi kembali oleh sistem berdasarkan NUN. “Jika dari dua seleksi itu yang bersangkutan tidak masuk, maka oleh sistem secara otomatis akan dilempar ke pilihan ke-2. Hal yang sama juga dilakukan pada pilihan dua tersebut,” katanya.

Keputusan zonasi tersebut diambil karena pemerintah ingin menghilangkan stigma sekolah favorit bagi masyarakat. Di mana pun sekolahnya, kualitasnya sama. Sebab, kualitas guru yang mengajar juga sama. “Dalam hal ini, kami ingin melakukan pemerataan peserbaran murid. Sebab, dengan sistem ini, bagi yang tidak diterima bisa bersekolah di SMA/SMK swasta dan semuanya sama-sama dapat murid,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan PPDB praktis tidak ada masalah. Sebab, sistem sudah optimal seperti sedia kala sehingga lulusan SMA/sederajat yang ingin mendaftar bisa langsung melakukannya sebelum ditutup. Sedangkan untuk pengumuman, akan dilakukan pada hari ini (21/6) sekitar pukul 01.00 atau satu jam setelah penutupan. “Sejauh ini peserta yang mendaftar di sekolah kami sudah memenuhi pagu. Sehingga jika ada yang terdaftar, pastinya yang memiliki jarak terdekat dari sekolah atau NUN terbaik dari pendaftar kini,” imbuh ketua PPDB SMAN 1 Trenggalek M. Habibullah.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang ada pada situs resmi PPDB online sekitar pukul 19.00 kemarin, ada perubahan jadwal penutupan. Penutupan yang sebelumnya dilakukan kemarin tepat pukul 23.59, ditunda menjadi hari ini (21/6) pukul 23.59. Kemungkinan itu dilakukan karena ada beberapa SMAN/SMKN yang pagu belum terpenuhi.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia