Minggu, 21 Jul 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Panlih DPRD Lakukan Sosialisasi Pengisian Wabup

21 Juni 2019, 20: 01: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SESUAI ALUR: Panlih DPRD Trenggalek ketika memberikan sosialisasi kepada perwakilan masyarakat terkait tata cara pengisian wabup.

SESUAI ALUR: Panlih DPRD Trenggalek ketika memberikan sosialisasi kepada perwakilan masyarakat terkait tata cara pengisian wabup. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek bergerak cepat dalam menyikapi kekosongan jabatan wakil bupati (wabup) yang ada kini. Buktinya kemarin (20/6), para wakil rakyat yang masuk dalam panitia pemilihan (panlih) menggelar sosialisasi kepada sejumlah elemen masyarakat, partai politik (parpol), dan undangan lainnya terkait pelaksanaan pemilihan.

Agenda sosialisasi pengisian kekosongan jabatan wabup oleh panlih DPRD Trenggalek tersebut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 pasal 23. Pada acara sosialisasi yang dimulai sekitar 10.00 tersebut disampaikan tata tertib (tartib) pemilihan dan calon yang diusulkan parpol pengusung. Dalam hal ini panlih hanya menunggu lima parpol pengusung untuk mengusulkan dua calon wabup. “Rapat atau sosialisasi ini merupakan salah satu bagian proses pemilihan untuk mengisi kekosongan wabup,” ungkap Wakil Ketua Panlih DPRD Trenggalek Agus Cahyono.

Dia melanjutkan, sosialisasi yang dilakukan tersebut sebagai tindak lanjut setelah ditetapkannya panlih. Selanjutnya, panlih akan melakukan agenda lain sesuai peraturan yang berlaku, yaitu menunggu pengusulan dua nama dari proses pengajuan nama yang dilakukan oleh lima parpol pengusung kepada bupati. “Berdasarkan mekanisme tersebut, selama dua pekan ini kami mempersiapkan diri untuk menerima pendaftaran dua nama calon tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk lima parpol pengusung yang berhak mengajukan dua nama calon wabup, di antaranya PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat. Setelah itu, jika sudah ada dua nama, panlih menetapkan dua nama tersebut mencadi calon wabup. Selanjutnya akan dilakukan pemilihan yang direncanakan pada Rabu (14/8) mendatang melalui sidang paripurna DPRD Trenggalek. Tata cara pemilihan hampir sama seperti pemilihan calon bupati dan wabup pada umumnya. Hanya saja, yang berhak melakukan pemilihan adalah 43 anggota DPRD Trenggalek. Sebab, dua anggota DPRD lainnya telah mengundurkan diri.

Dari situ, dinamika pengajuan dua nama wabup terjadi pada parpol pengusung. Sebab, ada banyak partai pengusung yang kemungkinan semuanya memiliki calon-calon sendiri. “Sedangkan, persyaratan calon yang diusulkan ada beberapa kriteria. Termasuk dalam hal ini kami akan menggandeng KPU Trenggalek. Sebab, dalam tatib pengisian ada PKPU,” jelas Agus. 

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia