Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Perpusdes Srikandi, Tunggangri Sabet Juara III Tingkat Jatim

21 Juni 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBANGGAKAN: Tim penilai Jatim berkunjung ke Perpusdes Srikandi beberapa waktu lalu.

MEMBANGGAKAN: Tim penilai Jatim berkunjung ke Perpusdes Srikandi beberapa waktu lalu. (PEMDES TUNGGANGRI FOR RATU)

Menjaga eksistensi perpustakaan desa (perpusdes) bukan perkara gampang. Apalagi dengan serbuan masif gadget atau gawai yang membuat minat baca menurun. Namun, Perpusdes Srikandi, Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, membuktikan terus bertahan dan menyabet juara tiga tingkat Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

Suasana khas perpustakaan tentu langsung terlihat di Perpusdes Srikandi, Tunggangri, Kecamatan Kalidawir. Di dalam bangunan yang tidak terlampau luas tersebut, ada beberapa rak yang dijejali buku bacaan beraneka macam. Pengunjung pun terpuaskan mereguk berbagai ilmu pengetahuan populer.

Namun siapa sangka, perpusdes yang letaknya cukup jauh dari pusat pemerintahan Kota Marmer ini pernah menyabet prestasi yang mengharumkan nama Tulungagung. Yakni meraih juara tiga perpusdes tingkat Jatim pada Mei lalu dengan Surat Keputusan Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Nomor: 041/4652/119.4/2019.

Kades Tunggangri, Sri Lailatin kepada Koran ini mengaku belum mempercayai bisa meraih juara ini. Apalagi, sejak awal pihaknya menyadari untuk meraih prestasi ini harus bersaing dengan perpustakaan lain se-Jatim yang pasti memiliki fasilitas lebih memadai. “Meskipun berat, kami tetap optimistis bisa meraih juara, minimal juara harapan,” katanya sambil tersenyum.

Dia mengakui, sejak awal berdiri pada 2014 silam, pemdes memang terus mendorong agar perpusdes yang dimiliki bisa terus aktif dan eksis di tengah masyarakat. Apalagi dia mengakui minat baca pun tidak setinggi dulu karena serbuan gawai. Banyak yang lebih memanfaatkan gawai dibanding membaca buku. “Makanya, kami mengusahakan agar di perpustakaan yang kami miliki itu selalu ada kegiatan agar terus eksis,” tambahnya.

Wanita paro baya ini melanjutkan, pengurus perpustakaan pun harus menyusun jadwal kunjungan untuk warga sekitar. Khususnya dari anak-anak. Selain itu juga ada kegiatan menggambar dan lain sebagainya yang memanfaatkan fasilitas di perpusdes. Sehingga bisa dipastikan, setiap saat selalu ada orang yang datang. “Sesekali juga ada kegiatan di perpustakaan, khususnya yang melibatkan anak-anak,” tuturnya.

Sri, sapaan akrabnya mengakui, pengurus perpustakaan pun selalu mencurahkan perhatian pada fasilitas yang dimiliki desa ini. Bahkan, terkadang pengurus juga ada yang tidur di balai desa untuk sekadar menjaga perpustakaan.

Dia pun beranggapan, apa yang diraih kini merupakan hasil dari jerih payah seluruh pengurus. “Para pemuda di sini pun jadi memiliki kegiatan positif. Daripada hanya di rumah, lebih baik beraktivitas di perpusdes,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Putri Damayanti, kepala Perpusdes Srikandi. Seperti dikutip dari tunggangri.tulungagungdaring.id, dia mengaku bersyukur atas raihan prestasi ini. Meskipun belum bisa menjadi yang terbaik pertama, capaian ini sudah menjadi kebanggaan dan cambuk tersendiri bagi pengelola untuk terus memfungsikan perpustakaan tersebut.

Apalagi, dia juga mengakui ini bisa menjadi ujung tombak berkembangnya budaya literasi di Desa Tunggangri dan sekitarnya. “Perpustakaan kami memang berdiri sejak 2014, tetapi baru bisa dikatakan benar-benar aktif pada 2018 hingga sekarang. Kami bersyukur kerja satu setangah tahun ini sudah mendapat apresiasi positif dari provinsi,” jelasnya. (ed/and)

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia