Jumat, 18 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Kuat Tahan Nafsu, Cabuli Gadis Bawah Umur

21 Juni 2019, 15: 29: 49 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Tak Kuat Tahan Nafsu, Cabuli Gadis Bawah Umur

TULUNGAGUNG – Suparno, 55, warga Kecamatan Ngunut harus mendekam di dinginnya jeruji besi. Pasalnya, pria paro baya tersebut ditetapkan menjadi tersangka karena diduga mencabuli Gadis (nama samara, Red) asal Kecamatan Ngunut yang masih di bawah umur. Kini kasus tersebut tengah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut kali pertama diketahui ayah korban pada Selasa (18/6) sekitar pukul 11.30 Wib. Sepulang mencari pasir, dia mendapati pintu depan terkunci dari dalam.

Karena ayah korban tidak bisa masuk ke dalam, lantas mencoba masuk melalui pintu lain, yakni di samping kanan rumah. Saat berada di dalam, ayah korban langsung terkejut karena melihat tersangka dan Gadis sedang hubungan layaknya suami istri di ruang tamu.

Emosi pun membeludak. Tak terima atas kelakuan Suparno, ayah korban melaporkannya ke perangkat desa kemudian diteruskan ke UPPA Polres Tulungagung. “Kami menerima laporan korban Rabu (19/6) dini hari,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kanit PPA Ipda Retno Pujiarsih

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung memeriksa dan mengamankan Suparno. Dari pengakuan tersangka kepada petugas, selama ini Suparno menyetubuhi korban empat kali. Persetubuhan kali pertama terjadi di Mei. Tersangka mengaku nekat karena tidak kuat menahan nafsunya, sejatinya tersangka juga sudah beristri.

Sebelumnya, tersangka hanya meremas-remas tubuh korban hingga akhirnya berhasil membujuknya untuk melakukan hubungan suami istri. Bahkan, tersangka terus berupaya melakukannya lagi.

Terlebih, tersangka mengetahui kondisi dan situasi rumah korban yang setiap pagi hingga sore ayah angkat korban selalu pergi ke sungai untuk mencari pasir. “Nah, yang keempat inilah saat tersangka menjalankan aksinya, ternyata ayah angkat korban pulang lebih awal dan mengetahui aksi bejat tersangka ini,” terangnya

Retno menambahkan, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Suparno ditetapkan sebagai tersangka. Diduga kuat melanggar pasal 76D jo pasal 21 ayat (1) atau ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 jo UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas.

Retno menjelaskan, kini kasus tersebut masih proses penyidikan. Selain mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan alas tikar yang digunakan, pihaknya juga terus berupaya melengkapi berkas-berkas tersangka untuk pelimpahan ke kejaksaan.

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia