Jumat, 18 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Yulfa Nur A, Mahasiswa Pembuat Miniatur Jaranan dan Wayang Kulit

22 Juni 2019, 20: 21: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DETAIL: Yulfa ketika menyelesaikan pesanan wayang kulit untuk gantungan kunci.

DETAIL: Yulfa ketika menyelesaikan pesanan wayang kulit untuk gantungan kunci. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Tangan kreatif Yulfa Nur Amanudin patut diacungi jempol. Kali ini, dia membuat berbagai miniatur jaranan dan wayang kulit yang bisa dijadikan suvenir ataupun gantungan kunci. Bahkan, pemasarannya tak hanya lokal, tapi juga luar kota.

Sore kemarin cuaca cukup cerah. Meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00, matahari tampak masih enggan meredupkan cahayanya. Namun, cuaca panas itu memberi keuntungan bagi Yulfa Nur Amanudin. Sebab, cahaya matahari mempermudah dia membuat miniatur jaranan dan wayang kulit.

Selama libur kuliah ini, remaja asal Desa/Kecamatan Kedungwaru lebih memanfaatkannya dengan kegiatan yang lebih produktif. Yakni mengerjakan beberapa pesanan miniatur, termasuk miniatur jaranan dan wayang kulit.

Ya, miniatur jaranan dan wayang kulit buatannya ini banyak diminati. Selain bisa digunakan suvenir, juga biasa dijual untuk gantungan kunci.

Yulfa memang sengaja membuat miniatur jaranan dan wayang kulit, terlebih untuk meluapkan kesukaannya terhadap kesenian tradisional. “Kalau dulu buat miniatur barongan, kali ini mencoba buat miniatur jaranan dan wayang kulit,” kata Yulfa yang kala itu sedang menyelesaikan pesanan jaranan dan wayang di rumahnya.

Yulfa melanjutkan, miniatur jaranan dan wayang kulit yang dibuatnya juga memiliki kategori kesulitan yang cukup membutuhkan ketelatenan dan ketelitian. Sebab, selain ukurannya mini, dia harus membuat pola atau bentuk dari lekukan jaranan dan wayang kulit menyerupai aslinya.

Selain itu, juga harus lebih peka mencocokkan dalam mengombinasi warna yang akan dipoleskan pada bodi jaranan dan wayang kulit.

“Ya lumayan sih. Cukup sulit, terutama pada pewarnaannya. Selain harus bolak-balik, juga harus bisa mengombinasi warna dan harus hati-hati terlebih medianya kecil agar tidak belepotan,” terang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini

Untuk bahan, Yulfa menambahkan, jaranan dan wayang kulit berbeda. Jika jaranan dia menggunakan kulit talang, wayang menggunakan kulit kambing sisa pembuatan jamang barongan. Pemilihan kulit kambing itu, selain harga cukup murah, tekturnya juga mudah ditatah. Namun untuk penatahan kulit, Yulfa lebih memilih menggunakan cutter karena lebih mudah memotong bagian yang dibutuhkan. “Saya menerima sesuai custom pemesan. Misal ingin model Kediri bisa, Tulungagung juga bisa,” katanya

Dari segi cat, Yulfa tak ingin mengambil risiko. Dia lebih memilih cat mobil. Selain awet dan mengilap, juga lebih cepat kering dibandingkan cat kayu atau cat minyak. “Kalau dihitung, wayang kulit ataupun jaranan ini bisa selesai sehari hanya satu buah saja. Tapi saya lebih memilih mengerjakan secara rombongan. Jadi lebih mempersingkat saja, terlebih pada proses pewarnaan,” terangnya.

Cowok dua bersaudara ini mengaku sudah mendapatkan banyak pesanan dari lokal maupun luar kota, seperti Surabaya, Kediri, hingga ke Batam. Terlebih memang dipasarkan melalui media sosial yang cakupannya lebih luas.

Untuk wayang, alumni SMKN 3 Boyolangu ini sudah pernah membuat banyak tokoh wayang. Di antaranya Yudhistira, Krisna, Bima, Wisanggeni, dan masih banyak lainnya. “Referensi gambarnya lewat internet. Setelah mendapatkan gambar contoh wayang aslinya, kemudian saya buat malnya,” tegasnya

Harga jaranan dan wayang kulitnya hanya dipatok Rp 40 ribuan saja. Kendati demikian, remaja 19 tahun ini mengaku tak menargetkan jumlah pemesan harus banyak.

Sebab, dia sendiri sadar diri jika waktu longgarnya hanya sedikit karena jadwal kuliah yang cukup padat. “Jadi, pesanan ini saya kumpulkan lebih dulu dan dikerjakan ketika libur kuliah gini. Jika mau sabar, ya saya buatkan. Kalau tidak ya monggo. Realitanya, ada yang tidak jadi pesan karena terlalu lama menunggu. Tapi itu tidak masalah. Mungkin bukan rezekinya,” terangnya. 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia