Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

PPDB Online Tutup, SMPN Pinggiran Kurang Siswa

22 Juni 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

ANTRE: Calon siswa dan wali murid menunggu pembagian bukti pendaftaran PPDB online di SMPN 2 Tulungagung, kemarin (21/6).

ANTRE: Calon siswa dan wali murid menunggu pembagian bukti pendaftaran PPDB online di SMPN 2 Tulungagung, kemarin (21/6). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMPN di Tulungagung jalur online resmi ditutup kemarin (21/4). Meski demikian, puluhan SMPN masih belum mampu penuhi pagu. Terutama sekolah pinggiran. Salah satunya di SMPN 5 Tulungagung.

Berdasarkan pantauan dari website resmi PPDB Tulungagung, dari 320 pagu yang dibutuhkan, baru terpenuhi 270 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 2 Rejotangan, dari 128 pagu, baru terpenuhi 2 siswa.

Menanggapi ini, Ketua PPDB Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono akan melakukan perpanjangan pendaftaran khusus sekolah yang belum memenuhi pagu. “Jam 14.00 kemarin resmi ditutup. Lha nanti sekolah yang belum terpenuhi bisa buka pendaftaran pada hari Sabtu (hari ini, 22/6) dan Senin (24/6) mendatang,” jelasnya kemarin (21/6).

Pria yang akrab disapa Yoyok ini menuturkan, penambahan waktu pendaftaran ini bertujuan agar semua lulusan SD dapat tertampung. Untuk itu, penambahan waktu pendaftaran ini dikhususkan bagi sekolah yang belum memenuhi pagu. Dia tak menampik jika permasalahan semacam ini sering terjadi pada setiap pelaksanaan PPDB. Namun, adanya penambahan waktu pendaftaran setiap sekolah negeri di Tulungagung dapat memenuhi pagu sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dia menguraikan, jika berkaca pada tahun sebelumnya, rerata sekolah yang belum memenuhi pagu merupakan sekolah pinggiran. Sementara itu, sekolah-sekolah yang sepi pendaftar biasanya baru mendapat siswa di masa perpanjangan pendaftaran.

Untuk itu, calon siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan 1, 2, dan 3 akan diarahkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. “Pada sistem, nanti siswa yang sudah tidak diterima di pilihan 1, 2, dan 3 ini secara otomatis akan terhapus datanya,” terangnya.

Dia berharap, adanya penambahan waktu pendaftaran ini dapat dimanfaatkan oleh calon siswa dengan baik. Tak hanya itu, pada penambahan waktu pendaftaran ini tak lagi berpacu pada sistem zonasi.

Disinggung mengenai berbagai kendala pada PPDB, Yoyok membenarkan, masih banyak kesalahan input data. Terutama pada titik azimut atau titik lokasi tempat tinggal calon siswa. Jadi, data yang ter-input tidak sesuai dengan alamat di kartu keluarga (KK). “Ya memang ini faktor human error. Jadi masih banyak sekali calon siswa yang harus memperbaiki titik azimut sebelum mendaftar. Ini akan jadi evaluasi tentunya,” tandasnya.

Sebagai informasi, penutupan pendaftaran PPDB jalur online resmi dilakukan hari ini (kemarin, Red) pukul 14.00. Pengumuman resmi hasil PPDB akan dilakukan pada Senin (24/6) mendatang. Sementara bagi siswa yang diterima, wajib melakukan daftar ulang pada 25 hingga 26 Juni mendatang.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia